Cek Daftar 4 PTN yang Tidak Pakai Nilai TKA di Seleksi SNBP 2026

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Mapel Pendukung SNBP 2026

Kekhawatiran mengenai skor Tes Kemampuan Akademik (TKA) sering menghantui siswa kelas 12 yang sedang berjuang menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Banyak calon mahasiswa yang cemas bahwa nilai TKA akan menjadi batu sandungan dalam kelulusan jurusan impian mereka pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini.

Namun, kabar baik datang bagi para peserta seleksi. Berdasarkan penelusuran aturan terbaru pada (14/01), terdapat beberapa kampus bergengsi yang tidak memasukkan nilai TKA sebagai syarat mutlak penilaian.

Dualisme Aturan TKA

Secara umum, laman resmi panitia seleksi memang menyebutkan adanya kewajiban memiliki nilai TKA. Menurut laman resmi SNPMB, salah satu ketentuan umum dalam seleksi SNBP adalah siswa mempunyai nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kemdikdasmen.

Meskipun demikian, implementasi teknis mengenai bobot nilai tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Hingga detik ini, belum ada rilis resmi yang memastikan apakah nilai TKA tersebut akan benar-benar digunakan sebagai bobot penilaian utama dalam proses seleksi nasional tersebut.

Daftar Kampus Tanpa Syarat TKA

Di tengah ketidakpastian tersebut, beberapa universitas telah mengambil langkah berbeda. Melalui situs resmi masing-masing, sejumlah PTN terpantau tidak mencantumkan nilai TKA dalam komponen penilaian mereka.

Berikut adalah daftar PTN yang tidak menggunakan nilai TKA di SNBP 2026:

  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Universitas Padjadjaran (UNPAD)
  • Universitas Brawijaya (UNBRAW)
  • Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ)

Informasi ini menjadi angin segar bagi siswa yang ingin fokus memaksimalkan nilai rapor tanpa terbebani skor TKA di kampus-kampus tersebut.

Skema Penilaian Pengganti

Jika TKA tidak digunakan, lantas apa yang menjadi penentu kelulusan? Proses penilaian di kampus-kampus tersebut akan sepenuhnya mengandalkan rekam jejak akademik siswa selama di sekolah.

Dikutip dari laman resmi SNPMB, penilaian SNBP dilakukan dengan menggabungkan dua komponen utama yang meliputi:

  1. Nilai Rata-Rata Rapor (Minimal 50%): Komponen ini menghitung nilai rata-rata dari seluruh mata pelajaran yang ada di rapor. Bobot penilaian untuk bagian ini ditetapkan paling sedikit 50 persen dari total penilaian.
  2. Komponen Minat dan Bakat (Maksimal 50%): Komponen penilaian ini berdasarkan tiga hal, yaitu nilai rapor dari maksimal dua mata pelajaran pendukung program studi, prestasi akademik maupun non-akademik, serta portofolio khusus prodi Seni dan Olahraga.

Perlu dicatat bahwa komposisi persentase pastinya akan ditentukan kembali oleh kebijakan masing-masing PTN.

Strategi Pemilihan Prodi

Selain komponen nilai, strategi urutan pilihan jurusan juga sangat krusial. Sistem seleksi akan dilakukan berdasarkan urutan prioritas pilihan program studi.

Mekanismenya cukup ketat. Pada tahap awal, peserta akan diseleksi terlebih dahulu berdasarkan pilihan program studi pertamanya. Apabila peserta dinyatakan tidak lulus pada pilihan pertama, maka ia akan diikutkan dalam proses seleksi untuk pilihan program studi kedua.

Kesimpulannya, bagi peserta yang mengincar ITB, UNPAD, UNBRAW, atau UPNVJ, pastikan nilai rapor semester 1 hingga 5 stabil dan meningkat, serta sertakan portofolio terbaik jika diperlukan.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini