Jurnalzone.id – Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menghasilkan beragam tulisan, mulai dari artikel hingga karya ilmiah, kini semakin marak. Fenomena ini mendorong berbagai pihak, terutama di lingkungan akademis yang mewaspadai potensi penyalahgunaannya, untuk mencari cara mendeteksi keaslian sebuah teks. Pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi khusus maupun analisis manual.
Terdapat dua metode utama yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi apakah sebuah tulisan dibuat oleh AI atau manusia. Masing-masing metode memiliki pendekatan yang berbeda dalam menganalisis sebuah karya tulis.
Pengecekan Menggunakan Aplikasi
Untuk pengecekan cepat, sejumlah tool daring seperti GPTZero, ZeroGPT, atau Copyleaks AI Content Detector dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan. Aplikasi ini dirancang untuk menganalisis teks dan mengidentifikasi probabilitas apakah tulisan tersebut dibuat oleh AI dengan mencari pola bahasa yang seragam, yang merupakan ciri khas tulisan AI. Pengguna cukup menyalin dan menempelkan tulisan ke dalam aplikasi untuk mendapatkan hasil analisis.
Pengecekan Secara Manual
Sementara itu, pengecekan manual dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa ciri spesifik. Dilansir dari East Central University, berikut adalah beberapa cara untuk mendeteksi tulisan karya AI secara manual:
1. Gaya Penulisan Berbeda
Teks AI sering kali tidak memiliki kekhasan atau gaya personal penulis dan cenderung tampak terlalu sempurna tanpa kesalahan tipografi.
2. Penggunaan Banyak Poin
Tulisan AI cenderung memakai format daftar atau poin-poin untuk berkomunikasi dengan cara yang ringkas, mirip dengan gaya penulisan korporat.
3. Tidak Merujuk Peristiwa Terkini
Konten yang dihasilkan mungkin tidak akurat saat merujuk pada peristiwa yang terjadi setelah batas waktu data pelatihannya.
4. Kurangnya Kedalaman Analisis
Karya AI umumnya unggul dalam menyajikan fakta statis, namun sering kali lemah dalam menyajikan analisis yang kompleks dan orisinal.
5. Kutipan Tidak Akurat
AI dapat “berhalusinasi” atau mengarang kutipan dan data jika tidak memiliki informasi yang relevan untuk menjawab suatu perintah.