Platform desain Canva akhirnya merilis pernyataan resmi mengenai gangguan global yang melumpuhkan layanannya pada Senin (20/10/2025) sore. Melalui akun media sosial X resminya pada pukul 16:38 WIB, Canva mengonfirmasi bahwa akar masalah berasal dari penyedia layanan komputasi awan (cloud provider) mereka dan mengindikasikan bahwa proses perbaikan kemungkinan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
Konfirmasi dan Status Perbaikan Terkini
Dalam pernyataan terbarunya, Canva secara eksplisit menunjuk pihak ketiga sebagai sumber masalah. Hal ini menguatkan dugaan bahwa lumpuhnya layanan Canva adalah imbas dari gangguan yang lebih besar pada server Amazon Web Services (AWS).
“Our cloud provider is currently experiencing problems. It’s not the experience we want for you and we’re working closely with them to help re-establish service,” tulis Canva dalam cuitannya.
Dari pernyataan tersebut, dijelaskan bahwa tim Canva sedang bekerja sama secara intensif dengan penyedia layanan cloud mereka untuk memulihkan layanan. Canva juga meminta pengertian pengguna karena proses perbaikan yang masih berlangsung.
“We’re still working on resolving the issue. It’s taking a bit longer than expected, but our team is fully focused on getting Canva back up and running,” tambah Canva dalam poster yang menyertai cuitan tersebut.
Imbas Gangguan Masif Amazon Web Services (AWS)
Meskipun Canva tidak menyebut nama, “cloud provider” yang dimaksud hampir pasti adalah Amazon Web Services (AWS). Seperti diberitakan sebelumnya, server AWS di region Virginia Utara mengalami gangguan operasional parah yang menyebabkan efek domino pada puluhan aplikasi dan situs web global. Gangguan ini juga melumpuhkan layanan populer lain seperti Roblox, Snapchat, dan Vercel.
Gangguan ini sendiri telah menyebabkan fitur-fitur utama Canva, seperti editor foto dan penyimpanan desain, tidak berfungsi sejak pagi hari, menghambat alur kerja jutaan pengguna yang mengandalkan platform ini untuk kebutuhan profesional dan pendidikan mereka.





