Platform desain grafis Canva mengalami gangguan (error) secara global pada Senin, 20 Oktober 2025, menyebabkan banyak pengguna tidak bisa mengakses fitur edit foto dan menyimpan proyek desain mereka. Gangguan yang dirasakan sejak pagi hari ini membuat fitur-fitur utama seperti photo editor dan background remover lumpuh total, sehingga menghambat pekerjaan jutaan penggunanya di seluruh dunia.
Tidak Bisa Dibuka, Fitur Utama Macet, Pengguna Mengeluh
Sejak pagi hari, pengguna melaporkan kesulitan saat mencoba memuat proyek atau menyimpan hasil desain. Keluhan membanjiri media sosial X (sebelumnya Twitter), menandakan bahwa gangguan ini berdampak luas di berbagai wilayah. Banyak pengguna melaporkan bahwa halaman kerja menjadi tidak responsif (macet) saat mereka mencoba melakukan aktivitas dasar.
“Tidak bisa edit sama sekali. Begitu klik gambar, halaman langsung macet,” tulis salah satu pengguna, menyuarakan frustrasi yang dirasakan banyak orang.
Laporan di situs pemantau layanan digital Downdetector juga menunjukkan lonjakan laporan error dari pengguna Canva di Indonesia, Australia, dan beberapa negara lain, yang mengonfirmasi skala masalah yang terjadi.
Disebabkan oleh Gangguan Masif Amazon Web Services (AWS)
Hingga sore hari, terungkap bahwa akar masalah dari lumpuhnya layanan Canva bukan berasal dari internal platform itu sendiri. Gangguan ini merupakan imbas dari masalah operasional yang lebih besar pada infrastruktur komputasi awan Amazon Web Services (AWS). AWS merupakan penyedia layanan server dan komputasi yang menjadi tulang punggung bagi sebagian besar aplikasi dan situs web populer di dunia, termasuk Canva.
Ketika server AWS mengalami gangguan, layanan yang bergantung padanya secara otomatis ikut tumbang. Gangguan AWS ini juga berdampak pada puluhan aplikasi besar lainnya seperti Roblox, Snapchat, dan Vercel.





