BRIN Usulkan Model Kelembagaan Baru untuk Distribusi Pangan MBG

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

BRIN Usulkan Model Kelembagaan Baru untuk Distribusi Pangan MBG

Jurnalzone.id – Peneliti dari Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rika Reviza Rachmawati, memaparkan hasil kajiannya mengenai strategi ideal untuk penyediaan dan distribusi pasokan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam paparannya di acara Pareto 2025 pada Jumat (8/8/2025), Rika menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif petani lokal, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rantai pasok.

Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Kemandirian Pangan

Menurut Rika, penelitiannya bertujuan mengidentifikasi sumber pasokan pangan, menganalisis dukungan sumber daya, serta merumuskan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas program MBG. Ia menegaskan bahwa pelibatan pelaku ekonomi lokal adalah fondasi utama untuk mencapai tujuan program.

“Keberhasilan program MBG sangat bergantung pada ketersediaan dan distribusi pangan bergizi yang berkelanjutan,” ujar Rika.

Menurutnya, dengan melibatkan petani lokal, UMKM, dan BUMDes, program ini tidak hanya menyediakan gizi, tetapi juga dapat meningkatkan kemandirian pangan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat setempat.

Model Kelembagaan dan Skema Pembiayaan

Lebih lanjut, Rika mengusulkan sebuah model yang mengoptimalkan peran berbagai kelembagaan dari pusat hingga daerah, yang nantinya dapat dikoordinasikan di bawah sebuah Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam skema ini, ia juga melihat adanya peran strategis dari lembaga keuangan untuk menjamin kelancaran program.

“Koperasi Merah putih bisa memberikan dana kredit ke yayasan untuk pendirian Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) secara luas. Ada juga peran kelembagaan keuangan dalam mendukung pelaksanaan MBG, yakni lembaga perbankan dalam mendukung yayasan/ dapur MBG,” jelas Rika.

Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa kolaborasi antara koperasi dan perbankan diperlukan untuk mendanai operasional unit-unit penyedia gizi di lapangan.

Nilai Strategis dan Dampak Positif

Kajian ini juga menyoroti nilai strategis dan potensi besar dari program MBG jika dieksekusi dengan model yang tepat. Manfaat yang diharapkan tidak hanya terbatas pada peningkatan status gizi anak usia sekolah, ibu hamil/menyusui, dan balita, serta pencegahan stunting. Program ini juga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi (economic engine) bagi masyarakat sekitar. Di sisi lain, bagi petani, program ini dapat mendorong penyerapan hasil pertanian dengan harga yang lebih baik dan memberikan kepastian pasar.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini