BRIN Soroti Teknologi Simulasi Pemuliaan Ternak untuk Perkuat Daya Saing Unggas Lokal

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Simulasi Pemuliaan Ternak

JURNALZONE.ID – Peneliti Pusat Riset Peternakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ferdy Saputra, menyoroti pentingnya pemanfaatan simulasi pemuliaan ternak (animal breeding simulation) sebagai strategi peningkatan daya saing unggas dan non ruminansia lokal. Menurutnya, teknologi ini memungkinkan proses seleksi dan pemuliaan dilakukan secara lebih cepat, presisi, dan efisien.

“Tidak hanya itu, teknologi ini memungkinkan integrasi data genetik, genotipe, hingga faktor lingkungan. Sehingga, proyeksi hasil pemuliaan dapat dirancang secara lebih akurat untuk menghasilkan rumpun unggul yang adaptif dan berdaya saing global,” ujarnya dalam Webinar Risnov Ternak ke-6 yang bertajuk Prospek Peningkatan SDG Unggas dan Non Ruminansia Lokal melalui Pemanfaatan Teknologi Terkini, Selasa (12/8).

Ketahanan Pangan Butuh Inovasi Teknologi

Sektor peternakan unggas dan non ruminansia saat ini menjadi salah satu fokus utama dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Sebagai penyedia utama protein hewani dengan harga terjangkau, sektor ini tidak hanya berkontribusi pada kesehatan dan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki peran besar dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, Puji Lestari, menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi dalam peningkatan SDGs unggas dan non ruminansia lokal merupakan langkah strategis. “Penerapan teknologi dalam peningkatan SDGs unggas dan non ruminansia lokal merupakan langkah strategis agar sistem peternakan kita lebih adaptif, inklusif, dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi seperti simulasi pemuliaan dinilai semakin relevan,” tuturnya.

Ia menambahkan, tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pasar, hingga tekanan geopolitik membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan terhadap pengembangan ternak lokal.

Integrasi Riset dan Teknologi Jadi Solusi

Kepala Pusat Riset Peternakan BRIN, Santoso, menekankan pentingnya kolaborasi antara riset dan teknologi dalam pengembangan sektor peternakan. Ia menyatakan bahwa peningkatan produktivitas dan daya saing unggas serta non ruminansia lokal hanya dapat dicapai melalui pendekatan berbasis teknologi.

“Integrasi teknologi dalam pemuliaan ternak adalah kunci bagi peternakan berkelanjutan yang mampu menopang ketahanan pangan nasional,” tegas Santoso.

Dalam keseluruhan pernyataan para peneliti BRIN, disimpulkan bahwa penerapan teknologi modern dalam pemuliaan ternak akan memperkuat ketahanan pangan dan mendukung tercapainya target SDGs secara lebih konkret.

Baca lebih banyak berita riset peternakan dan inovasi pangan hanya di Jurnalzone.id, khususnya di kategori Ketahanan Pangan dan Inovasi Teknologi.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini