BRIN: Potensi Gempa Megathrust M 8,7 Picu Tsunami 20 Meter

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Gempa Megathrust M 8,7

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, memperingatkan adanya potensi pelepasan energi gempa Megathrust di selatan Jawa yang dapat mencapai magnitudo 8,7. Menurutnya, guncangan besar ini berisiko memicu tsunami dahsyat setinggi 20 meter yang dampaknya dapat meluas hingga Banten, Lampung, dan pesisir utara Jakarta. Hal tersebut diungkapkannya sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (26/10/2025).

Nuraini menjelaskan, energi yang terus terkumpul di segmen Megathrust tersebut suatu saat akan mencapai titik pelepasan. Jika energi ini terlepas sekaligus, akan terjadi pergerakan mendadak yang memicu guncangan sangat kuat (gempa bumi). Guncangan ini, lanjutnya, berpotensi mengakibatkan perpindahan kolom air laut secara masif, menyebabkan gelombang tsunami besar yang menjalar ke segala arah hingga mencapai daratan.

Proyeksi Ketinggian dan Waktu Tiba Tsunami

Rahma memproyeksikan, apabila Megathrust di segmen Selatan Jawa, khususnya wilayah Pangandaran, pecah, maka akan terjadi tsunami setinggi 20 meter. Gelombang tersebut kemudian akan menyebar hingga memasuki wilayah Selat Sunda, yang berdampak langsung pada kawasan pesisir Banten dan Lampung.

“Semua pesisir Banten itu akan berdampak tapi dengan tinggi (tsunami) yang berbeda-beda,” ungkap Nuraini.

Ia merinci lebih lanjut mengenai estimasi ketinggian di Banten.

“Kawasan pesisir Banten kira-kira tsunami 4 sampai 6 atau 8 meter,” sebutnya.

“Lampung yang menghadap Selat Sunda akan kena semua,” imbuhnya.

Dampak di Pesisir Jakarta

Wilayah Jakarta, khususnya bagian pesisir utara, juga diprediksi akan terdampak. Menurut perhitungan Nuraini, tsunami diprediksi akan menerjang wilayah tersebut dengan ketinggian gelombang mencapai 1 hingga 1,8 meter.

“2,5 jam tsunami tiba. Kalau Jawa bagian selatan 40 menit sudah sampai, Lebak itu 18 menit. Oke, yang kena imbas itu pertama kali adalah wilayah Jakarta Utara ya,” sebutnya.

Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa estimasi waktu tiba gelombang di Jakarta adalah 2,5 jam pasca-gempa. Waktu ini relatif lebih lama dibandingkan dengan Lebak yang hanya 18 menit atau wilayah Jawa bagian selatan (40 menit), dengan dampak utama di Jakarta terkonsentrasi di pesisir utara.

Ajakan Waspada BRIN

Melihat besarnya potensi risiko tersebut, BRIN mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Megathrust.

Dampak gempa besar ini diperkirakan sangat signifikan, tidak hanya berpotensi menimbulkan kematian dan cedera, tetapi juga kerusakan infrastruktur berat, kerusakan lingkungan, gangguan layanan dasar, serta dampak sosial ekonomi yang luas.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini