BRIN Optimistis Percepat Kemandirian Antariksa Sebelum 2040

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Kepala BRIN Arif Satria - Jurnalzone.id

JURNALZONE.ID – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menargetkan percepatan kemandirian teknologi antariksa nasional melalui optimalisasi Bandar Antariksa Biak sebagai pusat peluncuran utama. Langkah strategis ini diambil agar Indonesia tidak perlu menunggu hingga batas waktu tahun 2040 untuk memiliki kedaulatan penuh dalam meluncurkan roket dan satelit.

Hal tersebut ditegaskan Arif saat melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Sains M. Ibnoe Subroto, Rancabungur, pada Rabu (31/12). Agenda kunjungan difokuskan untuk meninjau kesiapan fasilitas riset, memantau persiapan peluncuran Satelit A4, serta memastikan pengembangan infrastruktur antariksa berjalan sesuai jalur.

Akselerasi Target Peluncuran

Arif menilai tenggat waktu yang ditetapkan sebelumnya dalam peta jalan nasional masih sangat mungkin untuk dipersingkat dengan strategi kerja yang lebih efisien. Ia mendorong seluruh elemen periset untuk meningkatkan produktivitas guna mengejar ketertinggalan teknologi.

“Kalau bisa sebelum tahun 2040, mengapa tidak lebih cepat? Kuncinya adalah fokus, alokasi waktu, dan produktivitas,” tegasnya.

Dari pernyataan itu, tersirat dorongan kuat agar target peluncuran mandiri dapat direalisasikan lebih dini melalui manajemen waktu dan fokus riset yang lebih tajam. BRIN juga berkomitmen memastikan dukungan pendanaan dan penghargaan riset terus mengalir untuk menopang ambisi ini.

Penyesuaian Strategi Nasional

Sementara itu, Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Roket BRIN, Rika Andiarti, menjelaskan bahwa Rencana Induk Keantariksaan Nasional (Renduk) 2017–2040 tengah menjalani proses peninjauan berkala. Dilansir dari laman resmi BRIN, langkah ini diperlukan untuk memastikan target yang dipasang tetap relevan.

“Renduk dievaluasi setiap lima tahun. Dalam konteks saat ini, sejumlah target dan strategi perlu didefinisikan ulang agar lebih adaptif dan realistis,” ungkap Rika.

Ia menekankan bahwa percepatan diperlukan agar Indonesia mampu meluncurkan satelit dari tanah air sendiri tanpa tertinggal momentum global. Senada dengan itu, Arif Satria juga mengingatkan pentingnya integrasi sistem antarlembaga. Menurutnya, tata kelola yang terpadu tanpa tumpang tindih kewenangan adalah kunci keberhasilan fungsi keantariksaan yang berkelanjutan.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini