BRIN Kukuhkan Lima Profesor Riset Untuk Dorong Inovasi Nasional

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

BRIN kukuhkan 5 Profesor

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Majelis Pengukuhan Profesor Riset (MPPR) resmi mengukuhkan lima profesor riset dalam Sidang Terbuka yang digelar di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu (20/8). Prosesi ini menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, sekaligus menjadi penegasan komitmen BRIN dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Hingga saat ini, BRIN telah mengukuhkan 80 profesor riset dari berbagai disiplin ilmu sebagai bentuk penguatan terhadap ekosistem riset nasional.

Komitmen terhadap SDM Unggul dan Daya Saing Bangsa

Wakil Kepala BRIN, Prof. Amarulla Octavian, menekankan bahwa pengukuhan profesor riset bukan semata simbol prestasi akademik, tetapi juga pengakuan atas dedikasi dan kepakaran para peneliti. “Profesor riset memiliki tanggung jawab besar sebagai teladan bagi periset lainnya di Indonesia. Merupakan suatu keniscayaan bagi seorang periset untuk mendiseminasikan hasil penelitiannya sebagai wujud tanggung jawab, sekaligus pengakuan dari publik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, profesor riset harus menjaga marwah dan integritas serta terus menghasilkan karya inovatif yang memperkuat posisi BRIN sebagai penggerak utama kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional.

Lima Orasi Ilmiah dari Bidang Strategis

Dalam sidang terbuka tersebut, kelima profesor riset BRIN menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang kepakarannya, yang mencerminkan kontribusi riset terhadap tantangan nasional dan global:

Prof. Siti Nurul Aisyiyah Jenie dari Pusat Riset Kimia menyampaikan orasi bertajuk Nanoteknologi dan Modifikasi Kimia Silika sebagai Solusi untuk Material Biosensor yang Berkelanjutan. Ia menyoroti potensi nanomaterial silika dalam menciptakan biosensor yang sensitif, selektif, dan ramah lingkungan.

Prof. Roni Ridwan dari Pusat Riset Zoologi Terapan mengangkat isu mitigasi emisi gas metan dari ternak dalam orasi bertema Mitigasi Metan Enterik pada Ruminansia untuk Mewujudkan Peternakan Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan.

Prof. Novrita Idayanti dari Pusat Riset Elektronika menekankan pentingnya kemandirian Indonesia dalam industri magnet melalui orasi Inovasi Komponen Magnet Berbasis Bahan Lokal untuk Mendukung Kemandirian Industri Elektronika Nasional.

Prof. Imam Kambali dari Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia menyampaikan orasi bertajuk Prospektif Teknologi Produksi Radionuklida Medis Berbasis Siklotron Menuju Visi Indonesia Emas 2045, yang menjelaskan penggunaan isotop radioaktif untuk diagnosis dan terapi medis.

Prof. Gadang Priyotomo dari Pusat Riset Metalurgi membahas Teknologi Mitigasi Korosi Ramah Lingkungan untuk Konservasi Struktur Rawan Korosi, dengan fokus pada pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia sebagai solusi antikorosi ramah lingkungan.

Pengukuhan Profesor Riset, Pilar Inovasi Nasional

Melalui pengukuhan lima profesor riset ini, BRIN menegaskan perannya dalam membangun SDM unggul dan inovatif sebagai fondasi menuju daya saing bangsa yang lebih kuat. Inisiatif ini juga mencerminkan kesungguhan BRIN untuk menjadikan riset sebagai tulang punggung pembangunan nasional berbasis pengetahuan.

Ikuti terus kabar terbaru seputar riset dan pengembangan SDM unggul hanya di Jurnalzone.id melalui kanal Inovasi dan Riset Nasional.

Baca juga: BRIN Soroti Teknologi Simulasi Pemuliaan Ternak

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini