BRIN Kembangkan Sensor Logam Berbahaya dari Nanomaterial dan Limbah

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Metalurgi BRIN Budi Riza Putra

Jurnalzone.idBadan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi sensor elektrokimia yang memanfaatkan nanomaterial untuk meningkatkan sensitivitas dan akurasi deteksi logam berbahaya. Di saat yang sama, BRIN berhasil mengubah terak feronikel, yang semula dianggap limbah, menjadi material bernilai untuk mendukung ekonomi sirkular. Inovasi ganda ini dipaparkan dalam forum pertemuan ilmiah riset dan inovasi ORNAMAT #68 pada Selasa (29/7).

Dilansir dari website resmi BRIN, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN, Ratno Nuryadi, menyatakan kolaborasi menjadi kunci pengembangan teknologi ini. “Saya percaya, dengan kolaborasi dan kerja sama yang baik, kita dapat mengembangkan teknologi nano dan pemanfaatan terak feronikel yang lebih canggih dan efektif,” kata Ratno.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Metalurgi BRIN, Budi Riza Putra, menjelaskan bahwa sensor elektrokimia bekerja dengan mengubah data kimiawi menjadi sinyal analitik.

Menurutnya, keunggulan sensor ini adalah pengumpulan data yang cepat dan sensitivitas tinggi. “Nanomaterial telah menjadi kunci dalam pengembangan sensor elektronika yang lebih canggih dan efektif, memungkinkan deteksi yang lebih tepat dan cepat,” ujar Budi.

Di sisi lain, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Metalurgi BRIN, Eni Febriana, memaparkan potensi terak feronikel. Limbah industri nikel ini ternyata kaya akan mineral berharga seperti magnesium dan silika. “Meskipun nilai keekonomian pengolahan terak feronikel mungkin relatif tinggi, pertimbangan dampak sosial dan tanggung jawab pengelolaan lingkungan menjadikan proses daur ulang sangat penting untuk dilakukan,” ujar Eni.

Ia menambahkan, terak ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan keramik, refraktori, hingga substitusi bahan baku semen.

Kabar BRIN Lainnya: BRIN Dorong Inovasi SDGs Nasional Dengan Perkuat Mitra

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini