BRIN Ingatkan Potensi Badai Senyar Terjang NTT Awal Januari 2026

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Badai Senyar Terjang NTT

JURNALZONE.ID Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dinamakan “Senyar” yang diprediksi akan melanda wilayah Indonesia bagian timur. Berdasarkan analisis terbaru, fenomena ini berpotensi melakukan pendaratan (landfall) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Timor Leste pada periode Dasarian 1, tepatnya tanggal 1 hingga 10 Januari 2026.

Prediksi Sistem KAMAJAYA-BRIN

Peringatan ini didasarkan pada luaran data resolusi tinggi Subseasonal-to-Seasonal dari sistem KAMAJAYA-BRIN (Kajian Awal Musim Jangka Madya Wilayah Indonesia). Sistem ini merupakan perangkat pendukung keputusan yang didedikasikan untuk mitigasi cuaca ekstrem hingga enam bulan ke depan.

Dalam keterangannya yang dikutip dari wawancara dengan Radio Elshinta Jakarta, Profesor Riset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Prof. Dr. Erma Yulihastin, menjelaskan pola pergerakan fenomena ini.

“Pola angin menunjukkan zona konvergensi melintasi darat. Ini menandakan pusat pertumbuhan awan hujan aktif berada di atas atau dekat daratan,” ungkap Prof. Erma merujuk pada analisis visualisasi data untuk Januari 2026.

Dari pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa kondisi ini jauh lebih berbahaya dibandingkan pola cuaca pada Desember 2025 di perairan barat Indonesia yang diprediksi tidak mendarat dan hanya berdampak tidak langsung.

Ancaman Landfall dan Dampaknya

Analisis KAMAJAYA-BRIN menunjukkan bahwa bibit badai Senyar di perairan timur (Laut Flores) dapat tumbuh cepat menjadi tropical storm atau siklon. Jika terjadi landfall di wilayah NTT dan Timor Leste, dampaknya bisa sangat merusak.

Potensi bahaya yang mengintai meliputi hujan ekstrem, angin kencang yang berlangsung berjam-jam, gelombang tinggi, hingga bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor. Risiko ini diperkirakan mencapai puncaknya pada pertengahan hingga akhir Desember 2025, dan berlanjut hingga awal Januari 2026.

Waspada Libur Nataru

Momen kemunculan Senyar ini menjadi perhatian khusus karena bertepatan dengan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), di mana mobilitas masyarakat sedang tinggi-tingginya. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang merencanakan aktivitas di pesisir selatan Jawa dan area laut terbuka.

Masyarakat diminta meminimalkan kegiatan luar ruang di pantai seperti diving, surfing, atau berkemah selama periode kritis ini. Persiapan stok kebutuhan dasar di rumah serta pemantauan rutin terhadap peringatan cuaca harian dari BMKG sangat disarankan demi keselamatan bersama.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini