JURNALZONE.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan tengah menyusun perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Nuon dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) untuk pengembangan bersama (co-development) platform Game Asset Nusantara (GANA). Kolaborasi ini bertujuan untuk mengelola dan mengoperasikan GANA secara komersial guna mempercepat pertumbuhan ekosistem game nasional.
Mengenalkan Budaya Lewat Game
Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) BRIN, Esa Prakasa, menyatakan bahwa platform GANA dirancang untuk menjadi wadah digital yang mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan aset game berbasis budaya Indonesia. Tujuannya adalah untuk mendukung para kreator dan pengembang game lokal.
“Hal ini bertujuan mempercepat tumbuhnya ekosistem game di Indonesia serta mengenalkan aspek budaya dan keindahan alam Nusantara melalui media game,” kata Esa dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/8).
Esa menambahkan, prototipe GANA yang dioperasikan oleh PT Nuon sebetulnya telah diluncurkan pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional pada 7 Oktober 2024 lalu.
Kolaborasi Lintas Sektor
Konten utama yang mengisi platform GANA merupakan hasil kolaborasi dan pembimbingan intensif antara periset BRIN dengan mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) dari tiga universitas ternama, yaitu Telkom University, Universitas Pasundan, dan Universitas Multimedia Nusantara.
Esa menekankan bahwa seluruh aset yang dihasilkan telah mendapatkan perlindungan hukum. “Semua aset game hasil pembimbingan sudah terdaftar hak cipta dengan inventor mahasiswa serta pembimbing dari BRIN dan dosen kampus mitra,” tegasnya. Proses pembuatan aset ini melalui tahapan yang terdokumentasi, mulai dari riset literatur budaya daerah, pembuatan konsep, perancangan digital, hingga validasi desain.
Arah Pengembangan
Ke depan, platform GANA direncanakan tidak hanya berisi aset objek 2D dan 3D, tetapi juga akan diperluas untuk mencakup jenis data lain.
“Roadmap GANA ke depan tidak hanya mengoleksi aset objek 2D dan 3D saja, namun bisa diperluas ke jenis serta variasi fungsi data lainnya, seperti audio, video, algoritma game, dan seterusnya,” tutur Esa.
Dalam kesempatan yang sama, Esa juga memberikan klarifikasi terkait penggunaan aset visual berbasis AI di halaman situs GANA. Ia menegaskan bahwa gambar-gambar tersebut hanyalah elemen ilustratif untuk antarmuka. “Fungsinya sebagai gambar hiasan tampilan antarmuka dan memberi gambaran umum, bukan sebagai aset game yang ditawarkan dalam katalog GANA,” tegasnya.
Untuk menguploadnya cukup mudah. Berikut langkah-langkah :
- Kunjungi situs https://gana-prototype.brin.go.id/
- Kemudian masuk ke dashboard kreator.
- Pilih menu Unggah Aset.
- Lengkapi data, mulai dari Judul, Jenis Aset (2D/3D), Asal Daerah, Poster (maksimal 4MB),
- Aset File (format .zip atau .rar maksimal 20MB), dan masukan deskripsi.
- Selanjutnya tekan tombol Upload.





