BRIN dan CSIRO Australia Perkuat Manajemen Riset Nasional

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Kerjasama BRIN dan CSIRO Australia

SAINS, Jurnalzone.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) Australia secara resmi memulai Simposium Manajemen Sains Australia-Indonesia (AI-SMS) 2025. Acara yang dibuka di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, pada Rabu (30/7) ini bertujuan memperkuat tata kelola dan kemitraan kelembagaan riset antara kedua negara.

Dilansir dari laman resmi BRIN, simposium yang difasilitasi oleh program KONEKSI dan didukung oleh DFAT Australia ini berlangsung pada 28 Juli hingga 1 Agustus 2025.

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang melibatkan lebih dari 100 periset, pengambil kebijakan, dan pengelola riset dari Indonesia serta Australia.

Fokus Penguatan Tata Kelola Riset Nasional

Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah kunci untuk membangun ekosistem inovasi nasional yang adaptif dan berdaya saing. Menurutnya, fokus utama bukan hanya pada riset bersama, tetapi pada penguatan sistem manajemennya.

“Kolaborasi BRIN dengan CSIRO bukan sekadar riset bersama, melainkan strategi untuk memperkuat manajemen sains (science management) yang akuntabel, berbasis data, dan mampu menjawab kebutuhan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy),” ujar Agus dalam sambutannya.

Ia menambahkan, penguatan tata kelola riset, manajemen sumber daya terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor adalah tiga pilar utama yang harus diperkuat agar BRIN mampu berperan lebih strategis dalam ekosistem riset global.

Kemitraan Strategis Hadapi Tantangan Global

Pihak Australia menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam menghadapi tantangan global. Counsellor of Development Effectiveness and Humanitarian Australian Embassy Jakarta, Simon Flores, menekankan krusialnya kemitraan yang kuat antara kedua negara.

“Di tengah dinamika global saat ini, kemitraan strategis seperti yang terbangun melalui program KONEKSI dan kolaborasi dengan BRIN menjadi sangat krusial untuk memastikan riset dan inovasi memberikan dampak nyata bagi kedua negara,” kata Simon.

Director Southeast Asia CSIRO, Amelia Fyfield, menambahkan bahwa kemitraan dengan BRIN menjadi inisiatif penting di Asia Tenggara.

“Sebagai lembaga sains nasional Australia, CSIRO berfokus pada dampak nyata melalui kemitraan dan translasi hasil riset. Dengan BRIN, kami melihat peluang besar untuk memperkuat tata kelola riset yang adaptif, menjembatani penelitian fundamental dengan kebutuhan industri, sekaligus memberdayakan talenta riset Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global,” ujar Amelia.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini