SAINS, Jurnalzone.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi membuka akses layanan Laboratorium Pangan Gunungkidul (LPG) bagi seluruh periset di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Pengelolaan LPG BRIN, Kharistya Rozana, dalam sebuah sosialisasi daring pada Senin (4/8). Fasilitas yang berlokasi di Kawasan Sains Umar Anggara Jenie, Gunungkidul, Yogyakarta ini bertujuan untuk menjadi bagian dari keberlangsungan riset pangan nasional dan internasional bagi sivitas BRIN, mahasiswa, hingga kolaborator riset.
Menurut Rozana, ruang lingkup pengelolaan LPG terbagi menjadi tiga gedung utama dengan fungsi spesifik. “Gedung Teknologi Proses Pangan 4 (Gedung Kuning) yang di dalamnya terdapat Laboratorium Preparasi, Proses Pangan, dan Karakterisasi. Kemudian, Gedung Teknologi Proses Pangan 5 (Gedung Biru Lantai 3) merupakan Laboratorium Mikrobiologi. Lalu, Gedung Teknologi Proses Pangan 6 (Gedung Oranye) merupakan Laboratorium Proses/Workshop,” jelasnya.
Secara total, LPG menawarkan 27 alat dan 30 layanan yang terbagi dalam empat kategori utama, yaitu Proses Pangan, Karakteristik Fisik, Kimia, dan Mikrobiologi.
“Untuk layanan ELSA pada Proses Pangan, kami memiliki layanan freeze dryer, spray dryer, dan biofermentor. Sedangkan untuk Layanan Karakteristik Fisik, kami memiliki layanan Texture Analyzer, SEM, SEM-EDS, Water Vapor Transmission Rate (WVTR), Color Analysis baik sampel cair maupun padat, dan Rheometer,” papar Rozana.
Ia menambahkan, layanan karakteristik kimia mencakup analisis lengkap menggunakan ICP-MS, GC-MS, hingga XRF, sementara layanan mikrobiologis didukung oleh Real Time PCR (RT-PCR). Bagi para periset yang berminat, Rozana menjelaskan prosedur akses dapat dilakukan sepenuhnya secara daring. “Bisa klik laman elsa.brin.go.id, lalu klik ‘masuk’ pada menu bar dan klik ‘masuk’ untuk melanjutkan tahapan,” terangnya, seraya menyebutkan bahwa alur selanjutnya adalah memilih lokasi dan layanan yang dituju.
Baca juga: BRIN Dorong Riset Lokal dan Keterlibatan Warga untuk Restorasi Gambut





