Jurnalzone.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi terapi sel punca melalui penyusunan peta jalan (roadmap) nasional. Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menyatakan bahwa peta jalan ini dirancang inklusif dan adaptif untuk menjawab kebutuhan sistem kesehatan Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Internasional BRIN-ASPI 2025 di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta, pada Selasa (5/8), sebagai upaya mendorong kemandirian sektor kesehatan nasional.
Menurut Handoko, seminar ini menjadi platform untuk mendorong kolaborasi antara akademisi, ilmuwan, dan industri. “Kami berfokus pada peningkatan kapasitas dan kompetensi riset, khususnya di bidang kesehatan, agar Indonesia mampu mewujudkan kemandirian di sektor kesehatan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting tentang urgensi kemandirian dalam menghadapi krisis kesehatan. Untuk itu, BRIN membuka peluang kolaborasi dengan mitra industri. “Kami membuka peluang bagi mitra industri untuk memanfaatkan fasilitas riset BRIN, termasuk penyediaan lahan di Cibinong, untuk pembangunan rumah sakit klinis sel punca,” tambah Handoko.
Dilansir dari pernyataan Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, NLP Indi Dharmayanti, forum internasional ini bertujuan memperkuat konektivitas antara riset, praktik klinis, dan industri.
“Melalui forum ini, kami berharap dapat memperkuat kapasitas riset nasional dan membuka peluang kolaborasi ilmiah yang berdampak langsung pada peningkatan layanan kesehatan,” kata Indi.
Ketua Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI), Rahyussalim, menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, kolaborasi BRIN dan ASPI tidak terpisahkan untuk mendorong inovasi menuju penerapan klinis yang nyata. “Kolaborasi ini bertujuan menciptakan produk sel punca berkualitas dan memastikan teknologi ini dapat diaplikasikan secara langsung kepada pasien untuk meningkatkan kualitas hidup,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah memastikan masyarakat dapat hidup aktif dan sehat hingga usia lanjut, bukan sekadar memperpanjang usia.
Baca juga: BRIN Buka Akses Laboratorium Pangan Gunungkidul untuk Periset Nasional





