JURNALZONE.ID – Samsung Galaxy S26 Ultra, ponsel flagship terbaru, dikabarkan akan mengusung terobosan signifikan pada sektor kameranya. Berbagai bocoran mengindikasikan bahwa peningkatan tidak hanya mencakup perangkat keras, melainkan juga fitur perangkat lunak yang dirancang untuk menghasilkan video lebih natural dan sinematik.
Kabar ini beredar luas sejak 01/01/2026, bersumber dari analisis kode internal aplikasi Camera Assistant, modul resmi Samsung yang selama ini menyediakan kontrol lanjutan bagi pengguna Galaxy seri atas. Dua fitur utama yang menjadi sorotan adalah Video Softening dan pengaturan autofokus video yang lebih profesional.
Peningkatan Kamera Samsung Galaxy S26 Ultra: Fokus pada Perangkat Lunak
Samsung menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman videografi profesional pada Galaxy S26 Ultra.
Pengembangan difokuskan pada optimalisasi perangkat lunak yang memungkinkan pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap hasil rekaman mereka, menjadikannya lebih adaptif dan berkualitas studio.
Fitur Video Softening: Solusi Video Lebih Natural
Salah satu inovasi paling dinantikan adalah fitur Video Softening, sebuah evolusi dari Picture Softening yang telah tersedia.
Fitur ini dirancang khusus untuk mengatasi kritik terkait video Samsung yang sering dianggap terlalu tajam, terutama pada detail kulit dan wajah, sehingga kurang menampilkan kesan alami.
1. Mengurangi Ketajaman Berlebihan
Video Softening berfungsi mengurangi kesan digital yang berlebihan, membuat setiap rekaman terlihat lebih halus dan autentik.
2. Meredam Noise
Fitur ini juga efektif menekan noise atau gangguan visual yang sering muncul saat merekam dalam kondisi pencahayaan rendah atau menantang, menghasilkan gambar yang lebih bersih.
3. Pengaturan Tingkat Kelembutan
Pengguna dapat menyesuaikan tingkat kelembutan gambar melalui beberapa opsi yang tersedia, memungkinkan personalisasi sesuai kebutuhan konten, mulai dari vlog, media sosial, hingga rekaman momen keluarga.
Autofokus Fleksibel untuk Hasil Sinematik
Selain peningkatan kualitas visual, Samsung juga memperluas kontrol terhadap sistem autofokus untuk videografi.
Pengguna kini dapat mengatur kecepatan dan sensitivitas autofokus secara manual, memberikan keleluasaan lebih untuk menciptakan transisi fokus yang mulus dan efek sinematik yang dramatis.
Kemampuan ini sangat krusial bagi para pembuat konten dan videografer yang ingin mendapatkan kontrol penuh atas narasi visual mereka, memastikan setiap momen tertangkap dengan presisi dan artistik.





