BNPB Sebut Tanah Bergerak Hambat Evakuasi Korban Longsor Di Cilacap

Evakuasi Korban Longsor Di Cilacap

Proses pencarian terhadap 21 korban hilang akibat bencana tanah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, masih terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, upaya evakuasi yang dilakukan Tim SAR Gabungan pada Jumat (14/11/2025), terkendala kondisi tanah di lokasi yang masih labil dan terus bergerak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari, membenarkan adanya tantangan berat yang dihadapi tim di lapangan. Dilansir dari tayangan Metro TV, ia menyebut kondisi tanah menjadi atensi utama.

“Ada beberapa kendala dan hal-hal yang perlu atensi bersama oleh tim SAR karena posisi tanahnya masih dalam kondisi bergerak,” kata Abdul dalam tayangan tersebut, Jumat (14/11/2025).

Kewaspadaan Tim SAR

Abdul menambahkan, karena situasi tersebut, tim SAR gabungan yang melakukan pencarian intensif diwajibkan bekerja ekstra hati-hati.

Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa tim penyelamat harus selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya longsor tambahan. Potensi longsor susulan ini dapat membahayakan keselamatan tim penyelamat sendiri saat beroperasi di lapangan.

Untuk membantu mempercepat proses evakuasi material longsoran, satu unit alat berat juga telah diterjunkan ke lokasi bencana. Bantuan alat berat ini dilaporkan berasal dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) setempat.

Kronologi dan Data Korban

Bencana longsor di Majenang ini terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama. Tingginya curah hujan menyebabkan tanah longsor dan menimpa rumah warga di tiga desa terdampak, yakni Dusun Cibeunying, Cibaduyut, dan Tarakan.

Berdasarkan data yang dihimpun tim gabungan hingga Jumat (14/11) pukul 03.00 WIB, total 28 orang telah dievakuasi dari lokasi. Rinciannya, 23 orang ditemukan selamat, tiga orang mengalami luka ringan, dan dua orang lainnya dikonfirmasi meninggal dunia. Sementara 21 orang yang hilang lainnya masih dalam status pencarian.