Wilayah Sinabang, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, diguncang rangkaian aktivitas gempa bumi tektonik yang cukup intens pada Kamis (27/11/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya telah terjadi lima kali guncangan dalam kurun waktu yang berdekatan sejak siang hari, di mana gempa utama berkekuatan Magnitudo 6,3 menjadi pemicu awal kewaspadaan masyarakat.
Rentetan Gempa Susulan
Berdasarkan pemantauan aktivitas seismik, guncangan pertama dan terbesar terjadi pada pukul 11.56 WIB. Namun, aktivitas lempeng tidak berhenti di situ. Tercatat adanya serangkaian gempa susulan (aftershocks) dengan variasi magnitudo yang mengguncang wilayah perairan Barat Laut hingga Barat Daya Sinabang dalam tempo kurang dari satu jam setelah gempa utama.
Dilansir dari data akun resmi @infoBMKG, berikut adalah rincian kronologis lima gempa yang terjadi hingga pukul 13.00 WIB:
- Pukul 11:56:24 WIB: Gempa Utama (Main Shock) Magnitudo 6,3. Lokasi 62 km Barat Laut Sinabang, kedalaman 10 km.
- Pukul 12:10:14 WIB: Gempa Susulan Magnitudo 4,2. Lokasi 55 km Barat Daya Sinabang, kedalaman 10 km.
- Pukul 12:19:58 WIB: Gempa Susulan Magnitudo 4,1. Lokasi 30 km Barat Daya Sinabang, kedalaman 93 km.
- Pukul 12:45:22 WIB: Gempa Susulan Magnitudo 3,6. Lokasi 42 km Barat Laut Sinabang, kedalaman 110 km.
- Pukul 12:48:57 WIB: Gempa Susulan Magnitudo 4,2. Lokasi 44 km Barat Laut Sinabang, kedalaman 10 km.
Analisis Penyebab Utama
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan aktivitas di zona pertemuan lempeng. Gempa utama yang memicu rentetan getaran ini diklasifikasikan sebagai gempa dangkal.
“Gempa memiliki magnitudo 6,3 dengan kedalaman 10 kilometer. Melihat karakteristiknya, gempa ini termasuk gempa dangkal yang dipicu aktivitas tektonik di lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Eurasia,”
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa pergerakan lempeng Indo-Australia yang mendesak ke bawah lempeng Eurasia menjadi sumber energi utama pelepasan seismik ini. Meskipun gempa utama dirasakan cukup kuat hingga skala intensitas MMI III-IV di beberapa wilayah Aceh, BMKG memastikan rangkaian gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, mengingat gempa susulan masih mungkin terjadi sebagai upaya stabilisasi lempeng batuan pasca-gempa besar





