Pasar mata uang kripto global tengah dilanda gelombang pesimisme ekstrem yang dipicu oleh penarikan modal masif dari dana ETF dan tekanan likuidasi derivatif. Laporan terbaru dari Coindesk dan perusahaan analisis 10x Research mencatat bahwa sentimen pasar kini berada dalam kondisi “sangat menakutkan” (extreme fear), dengan harga Bitcoin yang sempat terperosok mendekati level 80.000 dolar AS.
Indikator utama sentimen investor, yakni Fear & Greed Index, dilaporkan jatuh ke rekor terendah di bawah 5 poin. Rata-rata pergerakan (MA) 21 hari dari indeks ini juga merosot ke angka 10, yang tercatat sebagai level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
“Tahun ini, periode ‘ketakutan ekstrem’ dengan indeks di kisaran 10-20 poin seringkali mendahului kenaikan harga yang tajam. Sebaliknya, zona ‘keserakahan ekstrem’ di kisaran 80-90 poin menandakan bahwa pasar sedang terlalu panas dan akan segera terkoreksi,” tulis laporan analisis tersebut.
Dari pernyataan itu, dapat dipahami bahwa meskipun level ketakutan saat ini biasanya menjadi sinyal bottom, namun tekanan jual yang persisten membuat investor khawatir penurunan ini belum mencapai titik akhirnya.
Bitcoin Kehilangan Nilai Signifikan
Tekanan jual yang kuat menyebabkan harga Bitcoin sempat menyentuh 80.000 dolar AS sebelum sedikit pulih ke kisaran 84.000 dolar AS per koin. Penurunan ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan puncak historisnya yang mencapai 125.300 dolar AS pada 7 Oktober lalu.
Dalam kurun waktu kurang dari enam minggu, nilai aset kripto terbesar ini telah menguap hampir 37 persen, menghapus seluruh hasil pertumbuhan yang dicapai tahun ini. Kapitalisasi pasar Bitcoin kini tercatat lenyap setara hampir 890 miliar dolar AS, menyisakan valuasi pasar di angka lebih dari 1.600 miliar dolar AS.
Dominasi Penjualan Investor Jangka Pendek
Laporan dari VanEck menyoroti perilaku pelaku pasar di tengah tren penurunan ini. Aksi jual saat ini diketahui didorong oleh kelompok investor jangka menengah dan pendek yang sebagian besar posisinya sedang merugi. Tekanan jual terkonsentrasi pada dompet digital dengan masa simpan aset kurang dari lima tahun.
Sebaliknya, dompet yang lebih tua atau investor jangka panjang cenderung mempertahankan atau bahkan menambah kepemilikan mereka. Data juga menunjukkan adanya pergeseran aset dari pemegang 3-5 tahun ke pemain baru (6 bulan hingga 2 tahun), yang mengindikasikan tingginya volatilitas di kalangan pendatang baru pasar kripto.
Penyebab Utama Koreksi Pasar
Ryan McMillin, Kepala Investasi Merkle Tree Capital, menjelaskan kepada Cointelegraph bahwa kejatuhan harga ini bukan disebabkan oleh faktor tunggal. Kombinasi dari penarikan modal ETF, aksi ambil untung oleh “paus” (pemegang aset besar), serta ketegangan geopolitik menjadi pemicu utamanya.
“Ketika bitcoin lama dirilis dalam konteks daya beli yang lemah dan lingkungan makro yang jauh lebih sulit daripada setengah tahun lalu, pasar pasti akan mengalami koreksi yang kuat,” ujarnya.
Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa kondisi makroekonomi yang negatif serta likuiditas pasar yang menurun membuat harga aset sangat rentan terhadap koreksi tajam saat investor lama mulai melepas aset mereka.





