Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) pada Jumat, 9 Januari 2026. Keputusan suspensi ini diambil menyusul lonjakan harga saham NSSS yang dinilai signifikan.
Pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, saham emiten perkebunan kelapa sawit tersebut melonjak 21,36 persen, ditutup pada level Rp1.250 per saham. Penguatan ini memperpanjang tren reli saham NSSS sejak awal pekan, dengan kenaikan kumulatif mencapai 31,58 persen.
Bahkan, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, harga saham NSSS telah melesat hingga 131,48 persen, menarik perhatian pasar.
Menanggapi suspensi tersebut, Direktur NSSS, Miniwati Kasmita, menegaskan bahwa pergerakan harga saham NSSS sepenuhnya merupakan hasil mekanisme pasar dan berada di luar kendali perseroan.
“Hingga surat ini dibuat, Perseroan tidak memiliki informasi, fakta, maupun kejadian material lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha, keputusan investasi pemegang saham, serta nilai saham Perseroan,” ujar Miniwati dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Jumat, 9 Januari 2026.





