Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang wilayah Kabupaten Pasaman Barat mengakibatkan lumpuhnya akses transportasi utama serta merendam puluhan rumah warga. Peristiwa yang terjadi sejak Rabu sore ini memicu respons cepat dari aparat kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk melakukan evakuasi serta pengamanan di lokasi terdampak.
Prioritas Evakuasi dan Pengamanan Jalur
Dilansir dari laporan situasi lapangan, puluhan personel kepolisian telah diterjunkan langsung ke titik-titik lokasi banjir. Fokus utama aparat adalah membantu pengaturan lalu lintas yang macet total serta mengevakuasi warga yang terjebak genangan air.
“Kami mengimbau pengendara tetap tenang dan tidak memaksa menerobos banjir karena sangat berisiko,”
Dari pernyataan pihak kepolisian tersebut, ditegaskan bahwa upaya menerobos genangan air sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa maupun kendaraan, mengingat arus air yang masih cukup deras.
Lumpuhnya Akses Transportasi
Dampak dari putusnya akses jalan ini sangat dirasakan oleh para pengguna jalan yang terjebak kemacetan panjang. Salah satu pengendara bahkan harus tertahan di lokasi selama berjam-jam tanpa kepastian kapan bisa melintas kembali.
“Saya ingin menuju Simpang Empat dari Tanah Batahan, tapi sampai pagi ini masih belum bisa lewat karena derasnya luapan air,”
Ungkapan Dodi (40) tersebut menggambarkan betapa sulitnya medan yang harus dilalui, di mana ia mengaku sudah terjebak hampir 10 jam di jalur penghubung antar kecamatan tersebut.
Penetapan Status Tanggap Darurat
Selain menutup akses jalan, banjir juga merendam puluhan rumah di sekitar lokasi kejadian. Kondisi ini memaksa warga setempat untuk meninggalkan kediaman mereka dan mengungsi ke tempat yang dinilai lebih aman dari jangkauan air.
Berdasarkan data BPBD hingga Rabu sore, tercatat dampak kerusakan yang cukup masif. Dari total 11 kecamatan yang ada di Pasaman Barat, 10 di antaranya dilaporkan terdampak oleh bencana banjir dan longsor ini.
Menyikapi eskalasi bencana yang meluas, Pemkab Pasaman telah resmi menetapkan status tanggap darurat bencana yang berlaku untuk tujuh hari ke depan. Saat ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya menyalurkan bantuan logistik serta melakukan penanganan darurat di lapangan.