Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Banyumas menyebabkan banjir di sejumlah lokasi pada Selasa (11/11/2025) sore hingga malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas melaporkan hingga Rabu (12/11/2025) siang, 83 unit rumah terdata terendam banjir.
Dampak cukup parah terjadi di wilayah Kota Purwokerto, khususnya di Kluster Mandala Tama, yang dipicu oleh meluapnya Sungai Jengok.
Kesaksian Warga Terdampak
Dilansir dari RRI.co.id, di kawasan Kluster Mandala Tama, ketinggian air di dalam rumah dilaporkan mencapai sekitar 50 sentimeter. Salah seorang warga terdampak, Dina, mengatakan rumahnya di Kluster 1 C1 mulai tergenang banjir secara cepat sejak sekitar pukul 16.30 WIB, Selasa sore.
Banjir akibat luapan Sungai Jengok yang berada di sisi barat perumahan itu merendam perabotan rumah, termasuk kasur. Akibatnya, Dina bersama suami dan anaknya terpaksa mengungsi ke toko miliknya yang berada di sekitar Pasar Pon Purwokerto.
“Saya lagi kerja, dikabari sama tetangga kalau Kali Jengok meluap. Tiga puluh menit kemudian dikabari lagi, air sudah masuk ke dalam rumah. Dampaknya ya perabotan, kasur jungkir balik nggak jelas kena air,” kata Dina, Rabu (12/11/2025).
Pada Rabu pagi hingga siang, Dina bersama sejumlah warga lainnya terlihat sibuk membersihkan air dan lumpur yang masuk ke dalam rumah dengan menggunakan peralatan seadanya.
Penanganan BPBD dan Dampak Lain
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan jumlah wilayah yang terdampak banjir. Sebab, banjir terjadi di sejumlah lokasi, khususnya di wilayah Kota Purwokerto.
“Seperti di Kelurahan Pasir Kidul, Rejasari, Sokanegara, Kranji, Karanglewas Kidul, dan Karanglewas Lor. BPBD bersama berbagai pihak juga membantu warga yang terdampak banjir,” ujar Abdul.
Abdul menegaskan, tim gabungan telah dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak.
“Selain melakukan pendataan wilayah terdampak, kami juga membantu warga bersama unsur TNI, kepolisian, dan relawan bencana,” tambahnya.
Dalam dua hari terakhir, BPBD mencatat cuaca ekstrem telah memicu bencana di sekitar 80 titik di Kabupaten Banyumas, meliputi banjir, longsor, dan angin kencang. Bencana ini juga menyebabkan sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk bangunan SDN 2 Candung di Kecamatan Lumbir dan Puskesmas Gumelar.