Banjir Lahar Dingin Semeru Terjang 2 Desa di Lumajang

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Banjir Lahar Dingin Semeru

JURNALZONE.IDBencana hidrometeorologi berupa banjir lahar dingin akibat sisa material erupsi Gunung Semeru kembali menerjang permukiman warga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat, 5 Desember 2025. Peristiwa yang dipicu oleh curah hujan tinggi di kawasan puncak ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan hunian warga di dua desa wilayah Kecamatan Candipuro.

Kronologi Kejadian

Dilansir dari laman CNN Indonesia, peristiwa ini bermula ketika hujan lebat mengguyur lereng Gunung Semeru sekitar pukul 10.55 WIB. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa debit air hujan yang tinggi menyebabkan endapan material vulkanik terbawa arus sungai.

Dalam laporannya kepada media, Satriyo memaparkan detail penyebab meluapnya material tersebut:

“Kemudian material panas bekas APG (Awan Panas Guguran) yang mengendap di sepanjang jalur, tergerus oleh lahar hujan dengan amak 30 mm melewati DAS Rejali. Akibatnya, beberapa rumah warga di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari; dan Kajar Kosong, Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro terdampak.”

Dari pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa pertemuan antara air hujan dan sisa material panas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali menjadi pemicu utama terjangan lahar dingin yang merusak permukiman di sekitarnya.

Dampak Kerusakan dan Akses Terputus

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak sembilan Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 26 jiwa terdampak langsung oleh kejadian ini. Di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, tercatat delapan rumah terdampak dengan satu di antaranya mengalami kerusakan berat, serta satu tempat usaha warga turut rusak. Sementara di kawasan Kajar Kosong, satu rumah juga dilaporkan rusak.

Selain kerusakan bangunan, infrastruktur jalan juga mengalami kelumpuhan. Satriyo menambahkan bahwa akses utama menuju Desa Jugosari terputus total akibat tertutup endapan material vulkanik, memaksa warga menggunakan jalur alternatif yang memutar lebih jauh.

Penanganan Pengungsi

Meskipun kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Warga sempat melakukan evakuasi mandiri ke dataran tinggi dan tenda pengungsian, namun sebagian telah kembali ke rumah.

Dinas Sosial Kabupaten Lumajang juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa 147 paket sembako. Stok logistik dinyatakan aman untuk kebutuhan 2-3 hari ke depan. BPBD berencana melakukan pengecekan lokasi lanjutan esok hari dengan mempertimbangkan faktor keamanan cuaca.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini