Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Warga Sumberlangsep Mengungsi

Banjir Lahar Dingin Semeru

JURNALZONE.IDBanjir lahar hujan yang bersumber dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menerjang wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tepatnya di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, pada Sabtu sore. Peristiwa ini memaksa ratusan warga untuk meninggalkan rumah dan melakukan evakuasi mandiri menuju area perbukitan demi keselamatan jiwa.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, segera merespons situasi darurat ini dengan menginstruksikan langkah penanganan cepat bagi para pengungsi yang terdampak.

Respon Cepat Pemerintah Daerah

Pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang kini bertahan di lokasi pengungsian darurat. Langkah taktis segera diambil mengingat kondisi mendesak di lapangan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memberikan konfirmasi langsung terkait situasi terkini warganya.

“Memang benar warga Dusun Sumberlangsep mengungsi akibat lahar dingin Semeru, sehingga malam ini kami akan mendirikan dapur umum untuk warga dusun tersebut,” ujarnya.

Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa pendirian dapur umum menjadi prioritas utama malam ini guna memastikan suplai makanan bagi warga yang terisolasi dapat terpenuhi, mengingat akses logistik yang sangat terbatas.

Kondisi Pengungsi dan Isolasi Wilayah

Dusun Sumberlangsep yang dihuni oleh sekitar 137 Kepala Keluarga (KK) kini berada dalam status terisolasi total. Jalur akses keluar masuk dusun tertutup material lahar yang dibawa oleh aliran Sungai Regoyo.

Laporan lapangan mencatat, di salah satu titik pengungsian yakni RT 22, terdapat puluhan warga yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Kondisi mereka cukup memprihatinkan karena ketiadaan fasilitas penerangan, sehingga warga hanya mengandalkan cahaya senter di tengah kegelapan malam.

Kendala Evakuasi dan Ancaman Letusan Sekunder

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menghadapi tantangan berat dalam menjangkau titik lokasi pengungsian. Faktor keamanan menjadi alasan utama tim penyelamat belum bisa menembus lokasi.

Anggota TRC BPBD Lumajang, Danial, menjelaskan situasi berbahaya yang menghambat pergerakan timnya.

“Untuk sementara ini, kami bersama tim hanya bisa memantau jarak jauh karena banjir lahar tersebut menyisakan kepulan asap panas dari letusan sekunder Semeru,” katanya.

Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa ancaman letusan sekunder dan material panas di jalur aliran lahar membuat proses asesmen langsung dan penyaluran bantuan fisik belum memungkinkan untuk dilakukan saat ini.

Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Berdasarkan data pemantauan, ancaman dari Gunung Semeru masih belum mereda. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat adanya aktivitas kegempaan yang signifikan, termasuk getaran banjir dengan amplitudo mencapai 40 mm. Koordinasi intensif terus dilakukan pihak berwenang melalui sarana komunikasi jarak jauh untuk memantau keselamatan warga.