Banjir kembali melanda kawasan permukiman di Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (19/11). Ratusan rumah warga terendam air akibat meluapnya dua sungai besar, yakni Sungai Cibeet dan Sungai Citarum, menyusul intensitas hujan yang tinggi di wilayah tersebut.
Bencana hidrometeorologi ini terjadi setelah hujan deras mengguyur sejumlah titik di Karawang tanpa henti sejak Selasa (18/11) siang hingga Rabu pagi. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air di kedua sungai tersebut meningkat drastis hingga tidak mampu menampung aliran air, yang akhirnya meluber ke permukiman penduduk di sekitarnya.
Ratusan Rumah Terdampak
Dilansir dari data Pemerintah Kecamatan Telukjambe Barat, banjir kali ini merendam sekitar 140 rumah warga. Dampak paling signifikan dirasakan di Dusun Pangasinan dan Dusun Kampek, Desa Karangligar. Lokasi ini secara geografis memang dikenal rawan karena berada dekat dengan titik pertemuan arus Sungai Cibeet dan Citarum, menjadikannya daerah langganan banjir saat musim penghujan tiba.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Kaming, memberikan keterangan terkait faktor utama penyebab banjir di lokasi tersebut.
“Air sungai meluap karena curah hujan cukup tinggi selama beberapa hari terakhir,” kata Kaming.
Dari pernyataan tersebut, dijelaskan bahwa akumulasi air hujan dalam durasi yang panjang menjadi pemicu utama naiknya permukaan air sungai hingga masuk ke area pemukiman warga.
Waspada Banjir Susulan
Sebagai respons atas kejadian ini, sebagian warga yang terdampak telah mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman, meskipun masih terdapat warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing.
Pihak BPBD Karawang terus mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat prediksi cuaca menunjukkan hujan deras masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.