JURNALZONE.ID – Bencana alam berupa banjir bandang menerjang kawasan perumahan di Lubuk Minturun, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (27/11/2025) dini hari. Musibah yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ini mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur permukiman dan menyebabkan sedikitnya empat orang meninggal dunia.
Hantaman Material Kayu dan Batu
Peristiwa nahas ini berlangsung sangat cepat saat sebagian besar warga masih terlelap. Air bah yang datang secara tiba-tiba membawa material berbahaya berupa lumpur, bebatuan, hingga potongan kayu besar. Material tersebut menghantam bangunan rumah warga yang berada di sepanjang aliran air di kawasan Perumahan Lubuk Minturun.
Salah seorang warga terdampak, Okman, menceritakan situasi mencekam saat air bah meluluhlantakkan tempat tinggalnya. Ia menggambarkan betapa cepatnya arus air merusak struktur bangunan rumahnya hingga kini dalam kondisi hancur berantakan.
Kerusakan Bangunan dan Kendaraan
Dampak kerusakan fisik akibat bencana ini tergolong berat. Berdasarkan pantauan di lapangan, dua unit rumah dilaporkan hanyut terbawa derasnya arus air. Selain itu, puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari rusak sedang hingga rusak berat.
Tidak hanya bangunan, harta benda warga berupa kendaraan bermotor juga turut menjadi korban. Sebuah mobil ditemukan dalam kondisi terpental dan tersangkut di antara tumpukan material pasir, sementara beberapa kendaraan lainnya masih terbenam dalam lumpur tebal akibat kuatnya terjangan arus.
Data Korban Jiwa dan Penanganan
Hingga berita ini diturunkan pada Kamis pagi, data sementara mencatat adanya empat warga yang meninggal dunia akibat terseret arus banjir bandang tersebut. Angka korban jiwa ini dikhawatirkan masih dapat berubah mengingat proses pencarian dan pendataan masih berlangsung.
Saat ini, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama unsur TNI, Polri, serta para relawan telah berada di lokasi kejadian. Fokus utama petugas adalah melakukan evakuasi, pembersihan material longsoran, serta memutakhirkan data korban dan kerusakan di sekitar lokasi terdampak.