Borneo FC berhasil unggul tipis dengan skor 1-0 atas PSIM Yogyakarta pada babak pertama dalam lanjutan kompetisi Liga 1 BRI Super League pada Minggu, 1 Februari 2026. Pertandingan yang dimulai pukul 15.30 WIB ini diwarnai keputusan krusial wasit yang melibatkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Stadion Batakan.
Intervensi VAR dan Gol Pembuka Kaio Nunes
Kebuntuan pecah melalui skema bola mati (set piece) yang dikirimkan oleh Caixambu menuju area pertahanan PSIM Yogyakarta. Dalam kemelut tersebut, Mariano Peralta dianggap menjatuhkan Riyatno Abiyoso, namun bola liar justru berhasil disambut oleh Kaio Nunes.
Kaio Nunes kemudian melepaskan sundulan terarah yang membobol sudut kanan gawang PSIM pada menit ke-29 (tercatat menit ke-31 dalam pengamatan lapangan). Gol tersebut tercipta berkat assist dari Astina M.
Awalnya, wasit tidak mengesahkan gol tersebut karena menduga adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Peralta terhadap Abiyoso. Namun, setelah mendapatkan instruksi dari wasit VAR dan melakukan peninjauan ulang, wasit resmi mengesahkan gol tersebut sehingga skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Dominasi Statistik “Pesut Etam” di Paruh Pertama
Sepanjang 45 menit pertama, Borneo FC tampil sangat dominan dengan mencatatkan 53% penguasaan bola dibandingkan 47% milik PSIM Yogyakarta. Skuad asuhan Fabio Lefundes ini juga sangat agresif dalam melakukan tekanan ke area pertahanan lawan.
Tuan rumah melepaskan total 7 tembakan dengan 1 tembakan tepat sasaran (on target) yang berbuah gol. Sebaliknya, PSIM Yogyakarta tampak kesulitan mengembangkan permainan dan hanya mampu mencatatkan 1 total tembakan.
Beberapa statistik penting lainnya mencatat Borneo FC mendapatkan 5 tendangan sudut, 3 kali terjebak offside, serta melakukan 10 kali lemparan ke dalam. Sementara itu, Laskar Mataram mencatatkan 3 tendangan sudut, 3 kali melakukan pelanggaran, dan 3 kali melakukan tendangan bebas.