Asing Borong BUMI, DEWA, BRMS

saham dewa

Aksi beli bersih oleh investor asing mewarnai pergerakan tiga saham unggulan Grup Bakrie, yakni BUMI, DEWA, dan BRMS pada sesi I perdagangan Selasa (3/2/2026). Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) secara khusus menampilkan drama volatilitas yang sangat tajam sejak menit-menit awal pembukaan pasar.

Sekitar pukul 09.12 WIB, harga saham BUMI sempat terjun bebas sebesar 9,09% menuju level Rp200. Namun, sepuluh menit berselang pada pukul 09.22 WIB, saham ini bangkit dan melompat 5,45% ke posisi Rp232.

Lonjakan BUMI dan Akumulasi Asing

Hingga pantauan pukul 11.45 WIB, saham BUMI terpantau semakin kokoh dengan penguatan 10,91% atau naik 24,00 poin ke level Rp244. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, BUMI membukukan net buy sebesar Rp195,7 miliar, yang merupakan angka tertinggi di antara saham-saham lainnya pada sesi tersebut.

Total volume transaksi BUMI mencapai 4,55 miliar saham dengan frekuensi 56.333 kali dan nilai transaksi sebesar Rp985 miliar. Emiten ini mencatatkan harga tertinggi (high) harian di Rp252 dan terendah (low) di Rp198 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp90,61 triliun.

Performa Agresif DEWA dan BRMS

Tren positif juga merambah pada saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Pada pukul 11.59 WIB, saham DEWA terpantau melonjak 10,87% ke posisi Rp510 dengan nilai kapitalisasi pasar Rp20,75 triliun.

Sebelumnya, pada pukul 11.54 WIB, DEWA bergerak di level Rp505 dengan rentang harga harian Rp400 hingga Rp520.

Sementara itu, saham BRMS pada pukul 11.59 WIB tercatat menguat 1,09% ke level Rp930 per saham. Emiten mineral ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp130,44 triliun dengan pergerakan harga harian di kisaran Rp805 sampai Rp950.

Kilas Balik ARB dan Proyeksi Analis

Lonjakan signifikan hari ini terjadi setelah saham BUMI ditutup anjlok 14,73% hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) di level Rp220 pada perdagangan Senin (2/2/2026). Meski anjlok, net sell asing di saham BUMI menyusut tipis menjadi Rp51,03 miliar.

Broker CGS International Sekuritas (YU) hanya mencatatkan net sell asing Rp22 miliar pada Senin kemarin, jauh menurun dibandingkan posisi 30 Januari 2026 yang menembus Rp328,4 miliar.

Kenaikan harga yang agresif ini membuat target para analis terlampaui. Untuk DEWA, meskipun konsensus rata-rata analis di Bloomberg berada di Rp734,83, analis BCA Sekuritas Hernanda Cahyo per 2 Januari 2026 memproyeksikan target optimis di level Rp1.100.

Pada saham BRMS, Devi Harjoto dari OCBC Sekuritas per 24 Desember 2025 memberikan rekomendasi buy dengan target Rp1.300, melampaui rata-rata target 16 analis lainnya di level Rp1.143.