JURNALZONE.ID – Apple dilaporkan tengah melakukan negosiasi dengan Google untuk melisensikan model kecerdasan buatan (AI) Gemini. Integrasi ini ditujukan untuk menjadi otak dari versi asisten suara Siri yang akan datang, sebagai bagian dari perombakan besar dalam inisiatif Apple Intelligence.
Menurut laporan pertama dari Bloomberg pada Sabtu (23/8), diskusi antara dua raksasa teknologi ini masih berada dalam tahap awal. Meski begitu, pembicaraan ini menandakan potensi perubahan strategi Apple yang sedang gencar mengejar ketertinggalan di ranah AI generatif dan secara serius mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi pihak ketiga demi meningkatkan kemampuan asisten virtual andalannya.
Menjajaki Opsi Pihak Ketiga
Dialog dengan Google bukan satu-satunya opsi yang dijajaki Apple. Perusahaan produsen iPhone tersebut dilaporkan juga telah melakukan diskusi dengan pengembang AI terkemuka lainnya, termasuk OpenAI dan Anthropic. Sebagai respons, baik Google, OpenAI, maupun Anthropic disebutkan telah mulai mengembangkan versi model AI mereka yang dirancang khusus untuk berjalan di server aman milik Apple, yaitu Private Cloud Compute.
Secara resmi, Apple belum mengumumkan keputusan akhir apakah akan sepenuhnya bergantung pada model bahasa besar (LLM) yang dikembangkan sendiri atau bermitra dengan pihak ketiga.
Dilansir dari Macrumors, pendekatan Apple saat ini adalah mengeksplorasi semua kemungkinan untuk menentukan solusi mana yang akan memberikan hasil terbaik bagi penggunanya. Sebelumnya, diskusi dengan Anthropic dikabarkan terhambat karena masalah biaya yang tinggi.
Dua Versi Siri dalam Pengembangan
Untuk menjaga fleksibilitas, Apple dilaporkan sedang mengembangkan dua versi purwarupa untuk Siri generasi baru. Versi pertama didukung penuh oleh model LLM yang dikembangkan secara internal oleh Apple. Sementara itu, versi kedua dirancang untuk berjalan menggunakan model dari pihak ketiga, seperti Gemini dari Google.
Strategi ganda ini memungkinkan Apple untuk membandingkan secara langsung performa, efisiensi, dan kemampuan antara teknologi internal dengan solusi dari mitra potensial. Keputusan akhir akan bergantung pada model mana yang terbukti paling andal dan mampu memenuhi standar tinggi yang ditetapkan perusahaan untuk fitur-fitur di dalam ekosistem Apple Intelligence.
Baca juga: “AI Mode” Google Resmi Hadir di Indonesia
Arsitektur Siri Generasi Kedua
Langkah untuk menjajaki kemitraan ini merupakan bagian dari upaya “perombakan menyeluruh” terhadap arsitektur Siri yang sudah ada. Kepala rekayasa perangkat lunak Apple, Craig Federighi, dalam sebuah pernyataan bulan lalu menyebut upaya ini sebagai pengembangan arsitektur Siri “generasi kedua”.
Menurutnya, perubahan fundamental ini sangat dibutuhkan untuk mendukung fitur-fitur AI yang lebih canggih, seperti tingkat personalisasi mendalam yang dijanjikan sebagai bagian dari Apple Intelligence di iOS 18. “Hal ini menempatkan kami pada posisi untuk tidak hanya menyampaikan apa yang kami umumkan, tetapi juga memberikan peningkatan yang jauh lebih besar daripada yang kami bayangkan,” kata Federighi.
Ikuti terus berita teknologi terkini dan analisis mendalam seputar inovasi kecerdasan buatan hanya di Jurnalzone.id.





