JURNALZONE.ID – Google secara resmi mengumumkan perluasan akses untuk Opal, aplikasi kecerdasan buatan (AI) miliknya, ke 15 negara tambahan termasuk Indonesia pada Rabu (8/10/2025). Aplikasi yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi web mini hanya dengan perintah teks ini kini dapat diakses oleh lebih banyak kreator global untuk mewujudkan ide mereka tanpa perlu keahlian pemrograman atau koding (no-code).
Selain Indonesia, Opal kini juga tersedia di Kanada, India, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Brasil, Singapura, Kolombia, El Salvador, Kosta Rika, Panamá, Honduras, Argentina, dan Pakistan.
Alasan Ekspansi Global
Keputusan ekspansi ini didorong oleh respons positif dan kreativitas tak terduga dari para pengguna awal di Amerika Serikat. Megan Li, manajer produk senior di Google Labs, menjelaskan bahwa sambutan tersebut melampaui ekspektasi perusahaan.
“Ketika kami membuka Opal untuk pengguna di AS, kami mengantisipasi mereka mungkin akan membuat alat yang sederhana dan menyenangkan,” ujar Megan Li dalam sebuah unggahan blog. “Kami tidak menyangka akan mendapatkan gelombang aplikasi Opal yang canggih, praktis, dan sangat kreatif. Kecerdikan para pengguna awal ini memperjelas satu hal: kami perlu memberikan Opal ke tangan lebih banyak kreator secara global.”
Cara Kerja dan Fitur Baru
Opal bekerja dengan meminta pengguna memasukkan deskripsi aplikasi yang ingin mereka buat. Selanjutnya, sistem akan menggunakan berbagai model AI Google untuk membangunnya. Setelah aplikasi jadi, pengguna dapat membuka panel editor untuk melihat dan menyesuaikan alur kerja visual, seperti input, output, dan langkah-langkah generasi.
Seiring dengan ekspansi ini, Google juga mengumumkan sejumlah peningkatan pada Opal, antara lain:
Peningkatan Debugging: Program debugging telah ditingkatkan namun tetap berbasis no-code, memungkinkan pengguna menjalankan alur kerja langkah demi langkah untuk menemukan kesalahan dengan konteks yang jelas.
Peningkatan Performa: Waktu pembuatan aplikasi Opal yang sebelumnya bisa memakan waktu lima detik atau lebih kini telah dipercepat secara signifikan.
Eksekusi Paralel: Pengguna sekarang dapat menjalankan beberapa langkah secara paralel, memungkinkan alur kerja yang kompleks dieksekusi secara bersamaan.
Persaingan di Pasar Aplikasi Tanpa Koding
Dengan peluncuran Opal di AS pada bulan Juli lalu, Google secara resmi memasuki persaingan di pasar alat bantu desain aplikasi tanpa koding. Langkah ini menempatkan Google bersaing dengan platform lain yang sudah lebih dulu ada, seperti Canva, Figma, dan Replit, yang semuanya berfokus pada pemberdayaan pengguna non-teknis untuk merancang prototipe aplikasi.





