JURNALZONE.ID – Status Aplikasi WhatsApp (WA) di tengah ekosistem digital seringkali menimbulkan perdebatan; apakah ia termasuk aplikasi pesan instan (Instant Messaging) atau sudah tergolong sebagai media sosial (medsos). Meskipun secara teknis WA adalah platform komunikasi privat, penggunaannya di Indonesia telah bergeser menyerupai medsos.
Fokus utama WhatsApp adalah menyediakan platform untuk komunikasi privat, baik secara satu-ke-satu maupun dalam grup kecil. Konektivitasnya berbasis nomor telepon yang tersimpan, mirip dengan fungsi SMS namun memanfaatkan jaringan internet dan dilengkapi enkripsi end-to-end.
Alasan Dianggap Media Sosial
Meskipun secara teknis dirancang sebagai aplikasi pesan, di Indonesia dan banyak negara lain, WhatsApp sangat sering dikategorikan sebagai media sosial. Hal ini didorong oleh beberapa faktor utama.
Pertama, adanya fitur “sosial” yang serupa dengan platform medsos murni. Fitur Status WA memiliki fungsi yang identik dengan “Stories” di Instagram atau Facebook, memungkinkan pengguna menyiarkan pembaruan sementara ke kontaknya.
Kedua, adalah masifnya penggunaan fitur Grup Chat. Grup di WA tidak hanya digunakan untuk keluarga atau pekerjaan, tetapi telah berevolusi menjadi forum komunitas semi-publik, tempat penyebaran informasi dan diskusi berskala besar terjadi.
Ketiga, skala penggunaan. Berbagai survei, seperti yang dirilis We Are Social atau APJII, sering menempatkan WhatsApp di peringkat teratas aplikasi “media sosial” yang paling sering digunakan di Indonesia untuk interaksi dan berbagi konten harian.
Perbedaan Mendasar
Meski demikian, terdapat perbedaan inti antara WhatsApp dan media sosial murni seperti Instagram, Facebook, atau X (Twitter).
Media sosial murni berfokus pada broadcast publik. Pengguna membangun profil publik, mengunggah konten ke feed atau timeline global, dan dapat terhubung (mengikuti atau diikuti) oleh orang yang tidak dikenal.
Sebaliknya, WhatsApp berfokus pada komunikasi privat. Interaksi pengguna terbatas pada orang-orang yang nomor teleponnya tersimpan. Tidak ada feed publik tempat pengguna bisa melihat postingan dari orang asing.
Secara kesimpulan, meski secara teknis WhatsApp adalah aplikasi pesan instan, cara penggunaannya yang sangat luas untuk berbagi informasi, ditambah fitur Status dan fungsi komunitas via Grup, telah membuatnya secara de facto diperlakukan sebagai bagian penting dari ekosistem media sosial di Indonesia.

