JURNALZONE.ID – Mekanisme trading halt atau “rem darurat” resmi diaktifkan oleh otoritas bursa pada perdagangan hari Rabu, 28 Januari 2026. Langkah ini diambil untuk membekukan perdagangan sementara guna meredam volatilitas yang sangat ekstrem di pasar saham.
Secara definisi, trading halt bertujuan mencegah kejatuhan harga yang terlalu tajam dalam waktu singkat. Hal ini memberikan waktu bagi para pemodal untuk menenangkan diri dan mengevaluasi informasi secara objektif sebelum mengambil keputusan.
Kronologi Kejatuhan IHSG Hari Ini
Tekanan jual pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebenarnya sudah mulai terlihat sejak sesi pagi hingga siang sebelum pukul 13.43 WIB. Sentimen negatif ini bersumber dari pengumuman MSCI pada malam sebelumnya yang membekukan proses rebalancing indeks Indonesia.
Tepat pada pukul 13.43 WIB, penurunan IHSG semakin tidak terkendali hingga menembus ambang batas 8%. Kondisi tersebut secara otomatis memicu sistem Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan penghentian perdagangan.
Bursa dihentikan sementara selama 30 menit, yang diperkirakan berlangsung hingga pukul 14.13 WIB. Setelah jeda tersebut dicabut, aktivitas perdagangan kembali dilanjutkan meski sempat diwarnai aksi panic selling.
IHSG akhirnya berhasil menunjukkan sedikit perbaikan dari level terendah hariannya pada sesi sore. Indeks ditutup pada level 8.320,56 dengan catatan pelemahan sebesar 7,35% di akhir hari perdagangan.
Akar Masalahnya Mengenai Transparansi dan Investability
Pemicu utama gejolak ini adalah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan perubahan indeks Indonesia. Investor global menyatakan kekhawatiran serius terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di tanah air.
Selain itu, MSCI juga menyoroti risiko investability yang cukup tinggi bagi para pelaku pasar. Ada kekhawatiran mengenai potensi perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu terciptanya harga wajar di bursa.
Isu-isu krusial tersebut memicu ekspektasi akan adanya aliran dana keluar atau outflow dalam jumlah besar. Akibatnya, terjadi aksi jual massal yang memaksa mekanisme trading halt bekerja untuk menstabilkan pasar hari ini.