Apa Itu SKS? 3 SKS Berapa Jam Kuliah? Pahami di Sini

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Apa Itu SKS

JURNALZONE.ID – Sistem Kredit Semester (SKS) masih menjadi metode utama yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengukur beban studi mahasiswa. Sistem ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam pengaturan waktu dan cara belajar, memungkinkan mahasiswa mengelola pendidikan mereka secara lebih efektif dan mandiri.

Memahami SKS menjadi krusial bagi mahasiswa untuk merencanakan masa studi mereka secara optimal.

Definisi dan Beban SKS

SKS pada dasarnya adalah unit pengukuran yang mencerminkan beban belajar mahasiswa selama satu semester. Secara umum, satu SKS diartikan setara dengan 1 jam pertemuan tatap muka di kelas per minggu, yang didukung oleh 1 hingga 2 jam kegiatan belajar mandiri atau terstruktur di luar kelas.

Sebagai contoh, mata kuliah berbobot 3 SKS biasanya mengharuskan mahasiswa mengalokasikan sekitar 3 jam kuliah dan tambahan 6 jam belajar mandiri setiap minggunya untuk mendalami materi, mengerjakan tugas, atau persiapan ujian.

Mekanisme Pengambilan SKS

Dalam praktiknya, mahasiswa memiliki keleluasaan memilih mata kuliah yang akan diambil setiap semester, disesuaikan dengan minat dan kebutuhan akademik. Jumlah total SKS yang dapat diambil dalam satu semester biasanya bervariasi, umumnya berkisar antara 12 hingga 24 SKS.

Jumlah maksimum SKS yang boleh diambil seringkali ditentukan oleh Indeks Prestasi (IP) yang diraih mahasiswa pada semester sebelumnya. Sistem ini memungkinkan mahasiswa menyeimbangkan antara mata kuliah wajib dan pilihan. Penilaian dan evaluasi studi didasarkan pada bobot SKS setiap mata kuliah, yang ditentukan oleh tingkat kesulitan dan volume pertemuan.

Manfaat Fleksibilitas bagi Mahasiswa

Manfaat utama yang ditawarkan SKS adalah fleksibilitas. Mahasiswa dapat menyesuaikan beban studi dengan kemampuan pribadi dan jadwal kegiatan lainnya. Hal ini membuka peluang bagi mereka untuk terlibat dalam kegiatan non-akademik, seperti organisasi kemahasiswaan, magang, atau bahkan bekerja paruh waktu, tanpa mengorbankan progres akademik.

Selain itu, kebebasan memilih mata kuliah dalam koridor SKS mendorong mahasiswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat spesifik. Sistem ini mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran mereka, yang pada gilirannya diharapkan meningkatkan kualitas pemahaman dan retensi materi.

Sistem Kredit Semester (SKS) terbukti menjadi pendekatan efektif dalam pendidikan tinggi yang mendorong kemandirian. Memahami cara kerja SKS bukan hanya soal memenuhi syarat kelulusan, tetapi juga strategi untuk membangun fondasi yang kuat bagi pengembangan karir dan kesuksesan di masa depan.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini