JURNALZONE.ID – Mozilla Corporation secara resmi mengumumkan penunjukan Anthony Enzor-DeMeo sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru, menggantikan pejabat sementara Laura Chambers. Dalam hari pertamanya menjabat, mantan General Manager Firefox ini langsung menetapkan arah strategis perusahaan untuk mentransformasi Firefox menjadi “modern AI browser” yang tetap memprioritaskan kepercayaan, transparansi, dan kendali pengguna atas teknologi kecerdasan buatan.
Fokus pada Kepercayaan dan Agensi Pengguna
Enzor-DeMeo, yang sebelumnya menjabat sebagai SVP Firefox sejak 2004 hingga pertengahan 2005, menekankan bahwa pengguna saat ini membutuhkan perangkat lunak yang tidak hanya berkinerja tinggi, tetapi juga transparan. Ia menyoroti pentingnya memberikan “agensi” atau kendali penuh kepada pengguna terhadap produk yang mereka gunakan.
Dalam pesan publik perdananya, Enzor-DeMeo mengungkapkan pandangannya mengenai kebutuhan pasar saat ini.
“Orang menginginkan perangkat lunak yang cepat, modern, tetapi juga jujur tentang apa yang dilakukannya. Mereka ingin memahami apa yang terjadi dan memiliki pilihan nyata. Mozilla dan Firefox bisa menjadi pilihan itu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan Mozilla terletak pada kepercayaan merek dan jangkauan global Firefox. Timnya berkomitmen membangun perangkat lunak independen yang andal dengan model bisnis yang menempatkan pengguna sebagai prioritas utama.
Evolusi Menuju Ekosistem Luas
Visi kepemimpinan baru ini menetapkan tiga pilar utama, yakni kejelasan produk, model bisnis transparan, dan ekspansi ekosistem. Salah satu poin krusial adalah pendekatan terhadap implementasi kecerdasan buatan (AI) yang menghormati privasi pengguna.
Terkait hal ini, Enzor-DeMeo menegaskan, “AI harus selalu menjadi pilihan—sesuatu yang dapat dimatikan dengan mudah oleh orang-orang.” Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa pengguna harus memahami cara kerja fitur dan nilai yang didapatkan, tanpa dipaksa menggunakan teknologi yang tidak mereka inginkan.
Ke depannya, Firefox diproyeksikan tumbuh melampaui sekadar peramban web. Platform ini akan dijadikan jangkar untuk ekosistem perangkat lunak yang lebih luas, mendukung portofolio aplikasi baru yang terpercaya sekaligus berevolusi menjadi browser AI yang modern.





