Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diprediksi memiliki peluang besar untuk bergerak menguat menuju level resistance atau batas atasnya. Para pemodal dapat mencermati panduan teknis berikut untuk mengoptimalkan potensi keuntungan dari pergerakan harga saham BBCA.
Ilham Fitriadi Budiarto, Technical Analyst dari RHB Sekuritas Indonesia, dalam catatannya untuk sesi perdagangan Selasa (3/2/2026), memaparkan bahwa target harga terdekat untuk saham BBCA berada pada level Rp 7.925.
Rekomendasi dan Strategi Transaksi
Secara teknikal, pihak RHB Sekuritas Indonesia telah merilis rekomendasi khusus bagi para investor dengan strategi buy on support. Mereka menetapkan area beli yang disarankan pada level harga Rp 7.475.
“BBCA buy on support. Area beli di 7.475, target harga TP2: 8.175, TP1: 7.925. Stoploss di bawah 7.025,” tulis manajemen RHB Sekuritas Indonesia dalam ulasan resminya pada Selasa (3/2/2026).
Meskipun potensi penguatan terbuka, investor tetap diimbau untuk waspada terhadap risiko koreksi. Jika harga saham bank swasta ini tiba-tiba meluncur ke bawah level Rp 7.025, maka pemodal sangat disarankan untuk melakukan tindakan stoploss atau pembatasan kerugian.
Rekapitulasi Kinerja dan Arus Modal Asing
Berdasarkan data perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/2/2026), saham BBCA ditutup menguat 2,7% ke posisi Rp 7.600. Jika dilihat dalam satu pekan terakhir, performa saham ini sudah naik 1,3%.
Namun, dalam periode satu bulan terakhir, saham BBCA masih mencatatkan penurunan sebesar 5,3%. Bahkan, performa secara tahun berjalan atau year to date (ytd) menunjukkan pelemahan sebesar 5,8%.
Di balik fluktuasi harga tersebut, data dari Stockbit mengungkapkan bahwa saham BBCA menjadi aset yang paling banyak diincar oleh investor luar negeri. Tercatat nilai beli bersih (net buy) oleh asing menembus angka Rp 439,5 miliar pada perdagangan Senin (2/2/2026).