JURNALZONE.ID – Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, bersiap menghadapi tantangan berat dari wakil tuan rumah, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, pada babak kedua Malaysia Open 2026. Laga yang akan memperebutkan satu tiket ke babak perempat final ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis (8/1/2026) di Axiata Arena, Kuala Lumpur. Pasangan yang akrab disapa Ana/Trias tersebut mengusung misi besar untuk meraih kemenangan perdana atas ganda putri nomor satu Malaysia tersebut.
Ambisi Pecah Telur di Babak Kedua
Pertandingan mendatang akan menjadi pertemuan kelima bagi kedua pasangan di turnamen internasional. Berdasarkan catatan statistik, Ana/Trias belum pernah sekalipun mencicipi kemenangan dalam empat pertemuan sebelumnya melawan Pearly/Thinaah. Duel terakhir mereka terjadi di babak final SEA Games 2025, di mana saat itu Ana/Trias harus puas membawa pulang medali perak setelah takluk dari lawan yang sama.
Kondisi ini memicu motivasi tinggi bagi ganda putri Indonesia untuk memutus tren negatif tersebut. Dilansir dari keterangan resmi melalui federasi, Ana menekankan pentingnya kesiapan fisik karena lawan dikenal memiliki pertahanan yang sangat alot.
“Yang pasti kami harus siap terus, siap capek tapi terutama kami harus enjoy dan main semaksimal mungkin. Kami mau berusaha untuk pecah telur lawan mereka”.
Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa Ana dan Trias telah mengantisipasi pertandingan yang menguras tenaga. Penjelasan tersebut juga menunjukkan bahwa faktor mental yang rileks namun tetap fokus menjadi kunci utama bagi mereka untuk bisa mengungguli Pearly/Thinaah di hadapan publiknya sendiri.
Kesiapan Mental Menghadapi Tekanan Tuan Rumah
Selain faktor teknis di lapangan, Ana/Trias juga harus bersiap menghadapi tekanan dari pendukung tuan rumah yang dipastikan akan memadati stadion. Namun, pasangan Indonesia ini telah memantapkan mentalitas mereka dengan menganggap pertandingan babak 16 besar ini layaknya sebuah partai puncak demi menjaga level fokus mereka tetap tinggi.
“Terakhir bertemu Pearly/Thinaah di final SEA Games jadi kalau besok bertemu lagi, kami akan anggap saja itu final juga”.
Melalui pernyataan tersebut, dijelaskan bahwa Trias ingin membawa atmosfer kompetitif dari laga final sebelumnya ke pertandingan besok guna meningkatkan kewaspadaan di setiap poin. Ia menambahkan bahwa mereka tidak akan membiarkan dukungan penonton lawan merusak pola permainan yang telah disiapkan.
Fokus pada Strategi dan Pola Permainan
Menghadapi Pearly/Thinaah yang memiliki dukungan penuh dari penonton Malaysia tidak membuat nyali Ana/Trias menciut. Pasangan Indonesia ini memilih untuk menutup telinga dari keriuhan tribun dan fokus sepenuhnya pada instruksi pelatih serta taktik yang akan diterapkan di lapangan hijau.
“Dukungan tuan rumah pasti untuk mereka tapi saya tidak mau terpengaruh, mau fokus dengan pola main yang akan diterapkan saja”.
Dari penjelasan itu, ditegaskan bahwa Trias meyakini bahwa konsistensi dalam menerapkan strategi akan jauh lebih menentukan hasil pertandingan dibandingkan faktor eksternal lainnya. Kesuksesan rekan senegara mereka, Putri KW, yang telah lebih dulu menembus babak 16 besar diharapkan menjadi suntikan semangat tambahan bagi Ana/Trias untuk terus melaju di turnamen level Super 1000 ini.




