Jurnalzone.id – Raksasa teknologi China, Alibaba Group Holding Limited (NYSE:BABA), mengumumkan peluncuran model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Qwen3-Coder, pada 23 Juli lalu. Model AI yang bersifat open-source ini diklaim sebagai alat bantu koding tercanggih perusahaan hingga saat ini dan dirancang untuk bersaing di kancah global. Pengumuman ini datang di tengah masuknya Alibaba dalam daftar 13 Saham Global Terbaik untuk Dibeli.
Dilansir dari sejumlah laporan teknologi, Qwen3-Coder dikembangkan di tengah persaingan ketat antarperusahaan teknologi China dalam perlombaan AI global. Model ini dirancang khusus untuk tugas-tugas seperti pembuatan kode (code generation) dan pengelolaan alur kerja koding yang kompleks.
Data kinerja internal Alibaba menunjukkan bahwa model ini memiliki keunggulan dibandingkan produk sejenis dari pesaing domestik seperti DeepSeek dan Moonshot AI. Bahkan, pengujian menyebut performa Qwen3-Coder setara atau mendekati kemampuan model AI terkemuka dari AS, termasuk GPT-4 milik OpenAI dan Claude dari Anthropic di beberapa bidang.
Dalam pernyataan resminya, Alibaba menjelaskan peran strategis model barunya.
“Koding AI berbasis agen mengubah pengembangan perangkat lunak dengan memungkinkan alur kerja pemrograman yang lebih otonom, efisien, dan mudah diakses,” tulis perusahaan.
“Dengan ketersediaannya yang open-source, kemampuan koding berbasis agen yang kuat, serta kompatibilitas mulus dengan alat dan antarmuka pengembang populer, Qwen3-Coder menjadi alat berharga bagi pengembang global.”
Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa fokus Alibaba adalah menyediakan alat yang kuat dan dapat diakses secara bebas oleh komunitas pengembang di seluruh dunia, sekaligus memperkuat posisinya di pasar AI yang kompetitif.