JURNALZONE.ID – Meta mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran pada divisi kecerdasan buatan (AI) mereka, Meta Superintelligence Labs (MSL), dalam upaya mempercepat pencapaian superintelligence. Menurut laporan Business Insider yang mengutip email internal dari pimpinan MSL, Alexandr Wang, perombakan ini akan membagi divisi menjadi empat tim baru dan memusatkan sebagian besar pimpinan senior AI di bawah kendalinya.
Dalam email tersebut, Wang menulis bahwa “superintelligence is coming” (superintelligence akan datang), dan untuk “take it seriously” (menganggapnya serius), Meta perlu melakukan perubahan besar. Ia juga memperingatkan bahwa perubahan organisasi bisa bersifat “disruptive” (mengganggu), tetapit langkah ini diperlukan untuk meningkatkan kecepatan Meta dalam mencapai superintelligence, yaitu kondisi di mana AI melampaui kecerdasan manusia di hampir semua bidang intelektual.
Berdasarkan struktur baru, MSL akan dibagi menjadi empat tim: TBD Lab, FAIR, Products & Applied Research, dan MSL Infra. Penelitian akan dipusatkan pada dua unit utama. TBD Lab, yang dipimpin oleh salah satu pencipta ChatGPT, Shengjia Zhao, akan fokus pada pelatihan model AI besar dan mengeksplorasi arah baru seperti model “omni”.
Sementara itu, FAIR, organisasi riset AI Meta yang sudah lama berdiri, akan berperan lebih aktif sebagai “mesin inovasi” yang menyuplai hasil risetnya langsung ke TBD Lab.
Kepemimpinan tim lainnya diisi oleh nama-nama besar di industri teknologi. Mantan CEO GitHub, Nat Friedman, akan memimpin upaya integrasi AI ke dalam produk-produk Meta, sementara veteran teknik Aparna Ramani akan mengawasi infrastruktur. Keduanya akan melapor langsung kepada Wang.
Dalam restrukturisasi ini, Meta juga membubarkan tim AGI (Artificial General Intelligence) yang baru dibentuk pada bulan Mei lalu.





