Ahli Soroti Potensi Bahaya Fitur Chat (DM) Langsung di Spotify

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Potensi Bahaya Fitur Chat di Spotify

JURNALZONE.ID – Peluncuran fitur pesan langsung atau Direct Messaging (DM) oleh platform streaming musik Spotify baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli teknologi dan orang tua. Pasalnya, fitur yang memungkinkan pengguna berusia 16 tahun ke atas untuk saling mengirim pesan ini dinilai memiliki batasan usia yang longgar, sehingga berpotensi membuka celah penyalahgunaan dan risiko keamanan bagi pengguna di bawah umur.

Menurut pernyataan resmi perusahaan, Spotify meluncurkan fitur ini karena pengguna menginginkan ruang khusus di dalam aplikasi untuk berbagi lagu, podcast, atau audiobook dengan lebih mudah. Secara teori, fitur ini mempercepat interaksi antar pengguna. Namun, kebijakan batasan usia 16 tahun dianggap tidak cukup kuat untuk mencegah anak-anak yang lebih muda mengaksesnya dengan memalsukan umur saat mendaftar.

Seorang ahli teknologi, Titania Jordon, yang menjabat sebagai Chief Parenting Officer di Bark, sebuah perusahaan pemantau keamanan digital anak, menyuarakan keraguannya.

“Spotify membatasi fitur ini untuk usia 16+ secara teori terdengar bagus, tetapi itu hanya berfungsi jika anak-anak memasukkan usia mereka yang sebenarnya dan kebanyakan dari mereka tidak melakukannya,” ujar Jordon dilansir dari parents.com.

Dari pernyataannya, ditegaskan bahwa tanpa verifikasi usia yang ketat, kebijakan tersebut menjadi tidak efektif dan meninggalkan celah keamanan yang signifikan, khususnya bagi remaja rentan usia 13-15 tahun yang dianggap terlalu tua untuk akun Spotify Kids.

Menanggapi kekhawatiran ini, Spotify menyatakan telah memiliki beberapa langkah pengamanan. Dilansir dari keterangan resminya, perusahaan menjelaskan bahwa setiap pengguna harus menerima permintaan pesan terlebih dahulu sebelum dapat melihat isinya.

Platform juga memudahkan pengguna untuk melaporkan dan memblokir akun yang mencurigakan. Selain itu, Spotify akan menggunakan “teknologi deteksi proaktif” untuk memindai konten berbahaya.

Baca juga: Sempat Dihapus, Spotify Hidupkan Kembali Fitur Chat

Meskipun demikian, para ahli mengingatkan orang tua untuk tidak sepenuhnya bergantung pada fitur teknologi. Jordon menyarankan orang tua untuk tetap proaktif mengaktifkan kontrol yang ada, seperti filter konten eksplisit, dan yang terpenting, membangun komunikasi terbuka dengan anak tentang cara memblokir orang mencurigakan dan melaporkan jika ada interaksi yang membuat tidak nyaman.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini