Saham BBCA Melonjak 4% Tembus 8,200

Saham BBCA Melonjak Naik

JURNALZONE.IDHarga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melesat lebih dari 4% pada perdagangan Selasa (21/10), berhasil kembali menembus level psikologis Rp 8.000. Penguatan signifikan ini dipicu oleh sentimen positif pasar setelah perseroan merilis kinerja keuangan kuartal ketiga 2025 yang solid serta mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dan sinyal pembagian dividen interim.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.10 WIB, saham BBCA tercatat melonjak 4,13% atau 325 poin ke level Rp 8.200 per lembar.

Level ini merupakan posisi tertinggi yang dicapai dalam sebulan terakhir, menandai momentum pemulihan setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam tiga tahun di Rp 7.250 pada 14 Oktober lalu.

Kinerja Solid Topang Kepercayaan Investor

Faktor utama yang menopang kenaikan harga saham BBCA adalah pencapaian kinerja keuangan yang tetap bertumbuh hingga September 2025. Dilansir dari laporan keuangan perusahaan, BBCA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 43,4 triliun pada kuartal III 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 41,07 triliun. Kenaikan laba ini didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang naik 7,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 944 triliun.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, dalam paparan publik virtual pada Senin (20/10), menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang terjaga merupakan cerminan komitmen perseroan dalam memperluas akses pembiayaan.

“Terjaganya penyaluran kredit BCA di berbagai segmen dan sektor hingga September 2025 mencerminkan komitmen kami untuk memperluas akses pembiayaan, termasuk kepada pelaku UMKM,” ujar Hendra.

Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa BCA terus fokus mendukung berbagai segmen bisnis, dengan kredit korporasi sebagai penyumbang terbesar yang tumbuh 10,4% menjadi Rp 436,9 triliun, diikuti kredit UMKM yang naik 7,7% menjadi Rp 129,3 triliun.

Aksi Korporasi Jadi Katalis Positif

Selain kinerja fundamental yang kuat, rencana aksi korporasi yang diumumkan manajemen menjadi katalis tambahan bagi saham BBCA. Perseroan mengumumkan rencana buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp 5 triliun. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa aksi ini diharapkan dapat menstabilkan harga saham di tengah fluktuasi pasar.

“Kecuali ada percepatan yang dilakukan perusahaan, seluruh proses buyback tentu akan disesuaikan dengan ketentuan dan regulasi industri,” jelas Hera.

Periode buyback ini dijadwalkan berlangsung mulai 22 Oktober 2025 hingga 19 Januari 2026. Di sisi lain, Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim juga memberikan sinyal positif terkait pembagian dividen interim yang secara historis dilakukan pada akhir tahun. Hal ini menambah daya tarik saham BBCA bagi investor yang berorientasi pada dividen, mengingat rasio pembayaran dividen (DPR) perseroan pada tahun buku 2024 mencapai 68%.