Tanggapan Tegas Sarwendah Tan Mengenai Tuduhan Membatasi Pertemuan Anak Dengan Ruben Onsu

Sarwendah Tan menyampaikan surat terbuka untuk menjawab tuduhan pihak Ruben Onsu terkait hak akses pertemuan dengan anak-anak mereka.

Dunia Hiburan – Penyanyi Sarwendah Tan menyampaikan klarifikasi terbuka melalui unggahan video di akun media sosial pribadinya. Langkah ini diambil untuk memberikan jawaban atas tuduhan yang beredar di publik.

Surat terbuka tersebut ditujukan kepada pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang. Isu ini menjadi perhatian publik setelah tuduhan hambatan komunikasi mencuat ke permukaan.

Dalam penyampaiannya, mantan istri Ruben Onsu ini merasa perlu meluruskan informasi agar tidak memicu prasangka yang keliru. Pernyataan tegas disampaikan guna mengakhiri spekulasi liar di tengah masyarakat.

Tuduhan Pembatasan Pertemuan Anak

Sarwendah menyoroti narasi yang berkembang mengenai tuduhan pembatasan akses pertemuan antara Ruben Onsu dan anak-anaknya. Pihak kuasa hukum sempat menyebutkan adanya permintaan jadwal bertemu selama dua hingga tiga hari dalam sepekan.

Klarifikasi diberikan untuk membantah anggapan bahwa komunikasi sengaja ditutup. Keinginan utama dari penyampaian kabar ini adalah terciptanya transparansi informasi yang jujur bagi semua pihak.

Kesiapan Mengatur Pertemuan Langsung

Mantan personel grup vokal ini menegaskan kesiapannya untuk memfasilitasi pertemuan antara buah hati dan sang ayah. Waktu dan lokasi perjumpaan dapat disesuaikan selama ada koordinasi yang jelas serta pasti.

Langkah kooperatif selalu terbuka lebar demi kepentingan tumbuh kembang anak-anak. Pihak keluarga berharap tidak ada batasan yang dibuat-buat dalam proses interaksi tersebut.

Keinginan Komunikasi Berjalan Jelas

Harapan disampaikan agar penyampaian pesan antar kedua belah pihak dapat berjalan tanpa perantara yang memicu penafsiran berbeda. Komunikasi langsung dianggap sebagai solusi terbaik untuk mencegah keretakan hubungan.

Proses hukum yang berjalan diharapkan tidak mengganggu hubungan kasih sayang orang tua terhadap anak. Keterbukaan menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan ini.

Ungkapan Perasaan Dan Fakta

Melalui video resminya, Sarwendah menyampaikan penjelasan panjang mengenai sikap diam yang selama ini diambil. Keputusan bicara dilakukan karena tuduhan mendoktrin anak dianggap sudah sangat merugikan.

Kutipan resmi dari pesan terbuka tersebut disampaikan secara utuh tanpa ada perubahan:

“Saya bikin video ini karena saya pikir diam adalah pilihan yang terbaik. Tapi, diam saya malah dipakai untuk membuat narasi-narasi yang tidak benar. Jadi, pak Minola, masalahnya kan mau ketemu anak-anak. Dari awal, saya sudah bilang, saya tidak pernah melarang untuk ketemu anak-anak. Kasih tahu sama saya, koordinasi sama saya. Di mana, jam berapa, saya bawa anak-anak buat ketemu ayahnya. Tapi, saya malah dinarasikan mendoktrin dan mempengaruhi anak-anak. Silahkan, kalian tunjuk sendiri psikolog yang berkompeten buat langsung ketemu anak-anak, ngobrol sama anak-anak. Biar kalian juga tahu, apakah saya pernah mempengaruhi anak-anak atau tidak,” ungkap Sarwendah dalam postingannya.

“Dan jangan setiap satu narasi dipertanyakan, muncul narasi baru. Anda pernah menunjukkan video saya marah, potongannya ditunjukkan. Tapi, konteksnya tidak. Setelah konteksnya saya berikan bukti, Apakah anda meluruskan persepsi yang sudah terlanjur terbentuk tentang saya? Tidak,” lanjut Sarwendah lagi.