JURNALZONE.ID – Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengungkapkan bahwa nilai rata-rata mata pelajaran wajib pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2025 mencatatkan skor yang lebih rendah dibandingkan mayoritas mata pelajaran pilihan. Bahasa Inggris Wajib tercatat sebagai subjek dengan nilai terendah secara nasional dengan angka 24,93, disusul oleh Matematika Wajib dengan skor 36,10, yang akan diserahkan ke dinas pendidikan pada Selasa (23/12).
Dilansir dari data resmi Kemendikdasmen, hasil ini menjadi perhatian serius karena nilai mata pelajaran utama berada di bawah angka rata-rata mapel pilihan. Toni menjelaskan bahwa rendahnya capaian ini disebabkan oleh soal- soal yang lebih menekankan pada aspek penalaran naratif yang kompleks.
“Variasi ini dipengaruhi oleh perbedaan karakter kompetensi dan tingkat kesulitan soal,” ungkap Toni.
Dari pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa standar soal TKA tahun ini memang dirancang untuk menguji kedalaman berpikir siswa, bukan sekadar penguasaan materi tekstual.
Perbandingan Nilai Terendah di Mapel Wajib dan Pilihan
Berdasarkan integrasi data terbaru, berikut adalah daftar mata pelajaran dengan nilai rata-rata terendah, di mana mata pelajaran wajib mendominasi posisi paling bawah:
Mata Pelajaran Wajib:
- Bahasa Inggris Wajib: 24,93
- Matematika Wajib: 36,10
- Bahasa Indonesia Wajib: 55,38
Mata Pelajaran Pilihan:
- Bahasa Korea: 28,55
- Ekonomi: 31,68
- Kimia: 34,92
- Bahasa Jerman: 36,59
- Fisika: 37,65
Data di atas menunjukkan bahwa kemampuan literasi bahasa asing dan numerasi dasar menjadi tantangan terbesar bagi siswa SMA/SMK/MA pada pelaksanaan TKA tahun ini.
Sumber berita:
- “22 Rata-rata Nilai TKA SMA 2025 Semua Mata Pelajaran, Tertinggi di Mapel Apa?”. 2025. Diakses dari https://www.detik.com/edu/sekolah/d-8272450/22-rata-rata-nilai-tka-sma-2025-semua-mata-pelajaran-tertinggi-di-mapel-apa. pada 22 Desember 2025, Pukul 21.35 WIB





