2 Jenderal Inisial D dan S Disebut Calon Kuat Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Pengganti Kapolri Listyo

JURNALZONE.ID – Isu pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menguat, menempatkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam sorotan. Wacana ini berembus kencang di tengah dinamika sosial-politik pasca-gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa dan buruh yang berujung ricuh di beberapa kota. Di tengah isu tersebut, muncul dua nama kandidat kuat pengganti Kapolri, yakni Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Kabareskrim Komjen Syahardiantono, meskipun DPR RI menyatakan belum menerima usulan resmi dari Presiden.

Menanggapi kabar yang beredar luas mengenai surat dari presiden, anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman, memberikan klarifikasi.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat resmi apa pun yang berisi pengajuan nama calon Kapolri baru,” tegasnya kepada media.

Pernyataan ini menegaskan bahwa proses formal pergantian pucuk pimpinan Polri belum dimulai di tingkat legislatif. Meskipun begitu, spekulasi di ruang publik terus berjalan dan kini mengerucut pada dua figur jenderal bintang tiga dengan inisial D dan S.

Keduanya dinilai memiliki rekam jejak dan kapabilitas mumpuni untuk memimpin Korps Bhayangkara di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

1. Komjen Dedi Prasetyo

Dilansir dari Beritsatu.com, Komjen Dedi Prasetyo merupakan lulusan Akpol tahun 1990 yang lahir di Magetan. Pengalamannya sangat lengkap, mencakup jabatan strategis seperti Kadiv Humas Polri, Asisten Kapolri bidang SDM, hingga Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri sebelum akhirnya menjabat sebagai Wakapolri.

Latar belakangnya yang kuat di bidang sumber daya manusia dan komunikasi publik membuatnya menjadi salah satu kandidat utama.

2. Komjen Syahardiantono

Sementara itu, Komjen Syahardiantono adalah lulusan Akpol 1991, seangkatan dengan Kapolri Listyo Sigit. Kariernya menonjol di bidang reserse dan penegakan hukum.

Ia pernah dipercaya menjadi Kadiv Propam Polri untuk memulihkan citra institusi pasca-kasus Ferdy Sambo dan sempat menjabat Kabaintelkam sebelum diangkat menjadi Kabareskrim. Pengalamannya di bidang reserse, propam, dan intelijen dianggap sebagai modal kuat untuk memimpin Polri.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini