JURNALZONE.ID – Tepat pada hari ini, Rabu, 1 Oktober 2025, ada hari penting bagi para penikmat kopi di seluruh dunia serentak merayakan Hari Kopi Sedunia atau International Coffee Day. Peringatan ini menjadi momen untuk mengapresiasi salah satu minuman paling populer di dunia sekaligus menyoroti peran penting Indonesia dalam industri kopi global, dari sejarah hingga tren masa kini.
Sejarah Hari Kopi Internasional
Dikutip dari situs resmi International Coffee Organization (ICO), penetapan Hari Kopi Sedunia pada 1 Oktober digagas dalam sebuah pertemuan di Milan, Italia, pada Maret 2014. Inisiatif yang didukung oleh 77 negara anggota ICO dan puluhan asosiasi kopi ini bertujuan untuk menyatukan berbagai perayaan kopi yang sebelumnya berbeda-beda di setiap negara.
Lebih dari sekadar perayaan, hari ini juga didedikasikan untuk merefleksikan isu-isu penting dalam industri kopi. Mulai dari kesejahteraan para petani, peran produsen, hingga kreativitas para barista yang meracik secangkir kopi nikmat untuk konsumen.
Jejak Kopi di Nusantara
Sejarah kopi di Indonesia memiliki jejak yang sangat panjang, jauh sebelum menjamurnya kedai kopi modern. Belanda pertama kali membawa bibit kopi varian arabika ke Indonesia pada tahun 1696, tergiur oleh potensi pasar global. Setelah percobaan pertama gagal, penanaman kedua pada tahun 1699 membuahkan hasil gemilang.
Kopi asal Indonesia, yang saat itu dikenal sebagai Hindia Belanda, menjadi primadona di Eropa karena mutunya yang unggul. Namun, kejayaan kopi arabika sempat meredup pada akhir abad ke-19 akibat serangan jamur. Titik balik terjadi ketika varian robusta yang lebih tahan penyakit diperkenalkan, yang kemudian mendominasi perkebunan kopi di Indonesia hingga kini.
Indonesia di Panggung Kopi Dunia
Peran Indonesia dalam industri kopi dunia tidak dapat dipandang sebelah mata. Menurut data United States Department of Agriculture (USDA), produksi kopi Indonesia pada periode 2024/2025 diperkirakan mencapai 10,7 juta kantung (masing-masing seberat 60 kg). Angka ini menempatkan Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia.
Seiring dengan produksi yang melimpah, konsumsi kopi domestik juga terus meningkat. Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) mencatat konsumsi per kapita pada tahun 2023 mencapai 1,8 kg/tahun, hampir dua kali lipat dibandingkan satu dekade sebelumnya.
Evolusi Budaya ‘Ngopi’ di Indonesia
Kopi telah bertransformasi dari sekadar minuman menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup dan budaya masyarakat Indonesia. Pertumbuhan kedai kopi lokal menunjukkan tren yang sangat positif, dengan pangsa pasar kafe di Indonesia diprediksi meningkat rata-rata 6,5% per tahun.
Inovasi dalam menikmati kopi pun semakin beragam. Selain menyeduh sendiri, masyarakat kini dimudahkan dengan kehadiran kopi instan siap minum (ready-to-drink) dan tren kopi keliling yang menggunakan kendaraan untuk menjangkau konsumen di berbagai lokasi. Hal ini membuktikan bahwa budaya ‘ngopi’ terus beradaptasi dan menjadi solusi bagi masyarakat urban yang dinamis.





